Duta HIV Ajak Masyarakat Hentikan Stigma dan Terapkan Pola Hidup Sehat

  • 07 Agt 2026 19:42 WIB
  •  Pontianak

Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) SP Sambas menggelar dialog interaktif Sambas Menyapa, bertajuk "Kenali HIV, Hentikan Stigma, Wujudkan Sambas Sehat" yang disiarkan langsung melalui studio RRI SP Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada Kamis, 23 Juli 2026. Acara yang ditayangkan melalui frekuensi radio 97,4 MHz dan kanal YouTube RRI SP Sambas tersebut menghadirkan Duta HIV Sambas 2024, Qayila Aurellya Jovyta, sebagai narasumber utama. Dialog ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai penanggulangan HIV/AIDS sekaligus mengikis persepsi keliru di tengah masyarakat.

Langkah edukasi ini dipandang krusial mengingat masih tingginya rasa takut berlebihan dan diskriminasi sosial terhadap para penderita HIV di lingkungan sekitar. Selain itu, ancaman penyebaran virus di daerah tersebut masih tergolong berisiko, di mana data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mencatat adanya sekitar 70 kasus baru terdeteksi dalam kurun waktu satu tahun. Kondisi ini mendorong perlunya langkah preventif yang terstruktur agar masyarakat terlindungi tanpa harus mengucilkan warga yang terinfeksi.

Dalam dialog tersebut, Qayila meluruskan perbedaan mendasar antara HIV sebagai virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan AIDS sebagai tahap akhir dari infeksi tersebut. Ia menekankan bahwa HIV tidak dapat menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berbagi alat makan, melainkan hanya berpindah melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, sperma, cairan vagina, serta air susu ibu (ASI). Faktor risiko utama penyebarannya di kalangan remaja umumnya dipicu oleh pergaulan bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergantian pada kasus penyalahgunaan narkoba.

Untuk mencegah dampak yang lebih fatal, Qayila menyampaikan pentingnya penderita HIV atau Orang Dengan HIV (ODIV/ODHA) untuk menjalani terapi obat Antiretroviral (ARV) secara rutin dan berkelanjutan. Terapi ARV terbukti efektif menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga penderita dapat menjalani aktivitas secara normal, serta mencegah penularan dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya. Selain penanganan medis, dukungan psikologis dari keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci utama agar para pengidap HIV tidak merasa terisolasi dan tetap memiliki harapan hidup yang baik.

Sebagai penutup, dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional, Duta HIV Sambas mengimbau seluruh generasi muda untuk menjauhi perilaku berisiko dan mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti berolahraga atau mengasah hobi. Melalui sosialisasi berkesinambungan di sekolah-sekolah maupun platform media sosial, diharapkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dapat tersampaikan dengan benar dari sumber tepercaya, sehingga Kabupaten Sambas dapat terbebas dari stigma negatif dan mewujudkan lingkungan masyarakat yang lebih sehat. (SP.Sambas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....