Tantangan Generasi Muda, PUG dan Inklusi Jadi Kunci Masa Depan

  • 30 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pengarusutamaan Gender (PUG) dan inklusi sosial menjadi salah satu isu penting yang perlu dipahami generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Hal tersebut dibahas dalam dialog interaktif bertajuk "Pengarusutamaan Gender & Inklusi: Tantangan Generasi Muda Hari Ini" yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pro1 RRI Pontianak, Senin, 29 Juni 2026.

Dalam dialog tersebut, narasumber Indah Allawiyah Kultsum dari Bidang Advokasi dan Sosial HWCI menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender tidak hanya berbicara mengenai perempuan, tetapi memastikan setiap individu memperoleh kesempatan yang sama tanpa diskriminasi. "Pengarusutamaan gender bukan hanya soal perempuan, tetapi bagaimana memberikan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara bagi semua gender, termasuk pemenuhan hak bagi kelompok inklusif," ujar Indah.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agent of change dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini masih cukup besar, mulai dari stereotip gender hingga minimnya pemahaman masyarakat terhadap hak-hak kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Indah menilai, perkembangan teknologi dan media sosial juga menghadirkan tantangan baru. Ruang digital kerap menjadi tempat munculnya perundungan (cyberbullying), diskriminasi berbasis gender, hingga pengucilan terhadap kelompok tertentu. "Nilai-nilai inklusivitas harus diterapkan tidak hanya di lingkungan nyata, tetapi juga dalam interaksi di ruang digital agar tercipta ekosistem yang aman dan menghargai keberagaman," katanya.

Melalui dialog tersebut, RRI Pontianak bersama HWCI mengajak generasi muda, khususnya di Kalimantan Barat, untuk lebih aktif membangun budaya yang menghormati perbedaan, menghapus stigma, serta membuka ruang kolaborasi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang gender, kondisi fisik, maupun latar belakang sosial. Dialog ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengarusutamaan gender dan inklusi sosial sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang adil, setara, dan berkelanjutan.

Baca juga: Tips Memelihara Hamster agar Sehat dan Tidak Mudah Stres

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....