Pesta Karya Cerlang Ajang Anak Tampilkan Riset, Kreativitas dan Jiwa Wirausaha

  • 09 Jun 2026 08:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pesta Karya Cerlang melibatkan peserta didik mulai dari playgroup, taman kanak-kanak hingga Program Paket A setara SD ini menjadi ruang bagi anak untuk menunjukkan hasil proses belajar selama satu semester. Suara presentasi riset, deretan karya kreatif, hingga kesibukan anak-anak melayani pembeli mewarnai gelaran tersebut di Jalan Gusti Hamzah, Gang Waspada II Pontianak pada Minggu pagi, 7 Juni 2026.

Berbeda dari pameran pendidikan pada umumnya, Pesta Karya Cerlang tidak berfokus pada nilai akademik. Sebaliknya, kegiatan ini menampilkan perkembangan, minat, dan pengalaman belajar anak melalui berbagai karya dan aktivitas yang mereka jalani selama enam bulan terakhir.

Pengelola Cerlang, Sri Wartati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan belajar anak sekaligus kesempatan bagi orang tua untuk melihat perkembangan yang telah dicapai.

"Hari ini penggelaran karya belajar sebenarnya. Cuma kami kasih judul Pesta Karya di sini. Jadi kita ingin menunjukkan kepada orang tua dan juga kepada komunitas sekitar kita sebagai apresiasi terhadap proses belajar yang sudah dilakukan anak-anak selama satu semester ini," ujarnya saat diwawancarai oleh reporter RRI di sekolah Cerlang, Minggu, 7 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga agenda utama yakni pameran karya anak, presentasi riset siswa sekolah dasar, dan Pasar Cerlang yang dikelola oleh peserta didik usia dini. Menurut Sri, pendekatan pembelajaran di Cerlang berbasis riset sehingga setiap anak diberikan kebebasan memilih topik yang sesuai dengan minat mereka untuk dipelajari secara mendalam.

"Kalau presentasi riset itu memang jadi tahap akhir dari proyek riset mereka. Anak-anak dari awal semester sudah merancang riset apa yang ingin mereka pelajari sesuai dengan minat masing-masing, mulai dari rugby sampai menggambar komik," katanya.

Hasil riset tersebut kemudian dipresentasikan langsung oleh para siswa setelah melalui proses pengumpulan informasi, wawancara, penyusunan data, hingga evaluasi hasil belajar.

Selain presentasi riset, pengunjung juga disuguhi Pasar Cerlang yang menampilkan kemampuan anak-anak dalam mengelola aktivitas jual beli. Menariknya, sejumlah peserta TK memasak sendiri menu yang mereka jual seperti bakso, bubur ayam, pancake, hingga sosis bakar.

"Kalau TK itu mereka sudah masak sendiri. Tadi bisa dilihat mereka masak bakso, masak bubur ayam, bikin pancake, sosis bakar, itu semua dilakukan langsung di lokasi," ucap Sri.

Ia menambahkan kegiatan pasar bukan sekadar mengajarkan kewirausahaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang kontekstual. Anak-anak belajar berhitung, berkomunikasi, bekerja sama, hingga mengambil keputusan melalui pengalaman nyata.

Bagi Cerlang, keberhasilan belajar tidak diukur dari angka atau nilai semata, melainkan dari perkembangan yang ditunjukkan setiap anak selama proses pembelajaran berlangsung.

"Kami memang hanya menunjukkan progres belajarnya. Kita tidak ngomongin nilai atau apa, karena itu tidak bisa jadi patokan. Yang penting harus ada progres," katanya, menegaskan.

Pesta Karya Cerlang, membuat anak-anak tidak hanya belajar menyampaikan ide dan menunjukkan hasil karya, tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk tampil di hadapan publik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa proses belajar dapat berlangsung menyenangkan, bermakna, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Pelepasan Siswa SDN 01 Nanga Kelawai: Dorongan Hadirnya SMP demi Masa Depan Desa

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....