Pemkot Pontianak Jelaskan Penyebab Besarnya SILPA APBD 2025

  • 04 Jun 2026 19:39 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak memberikan penjelasan terkait besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang menjadi sorotan sejumlah fraksi DPRD Kota Pontianak dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Penjelasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak pada Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Bahasan, besarnya SILPA dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya efisiensi dalam proses pengadaan barang dan jasa serta adanya sejumlah kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu pelaksanaan.

"Yang paling menjadi perhatian adalah terkait SILPA. Besarnya SILPA ini dipengaruhi beberapa faktor, ada yang terkait persoalan waktu dan ada juga karena peserta lelang melakukan penawaran hingga 19 persen di bawah pagu, sehingga menyisakan anggaran yang cukup besar," ujarnya pada sesi wawancara usai rapat paripurna.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika pelaksanaan anggaran yang terjadi selama tahun berjalan. Meskipun demikian, Pemerintah Kota Pontianak memastikan dana yang tersisa tersebut akan tetap dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah pada tahun berikutnya.

"SILPA ini akan tetap kita gunakan untuk ke depannya dalam konteks pembangunan dengan perencanaan yang lebih matang lagi," kata Bahasan.

Sebelumnya, sejumlah fraksi DPRD Kota Pontianak menyoroti besarnya SILPA dalam laporan pertanggungjawaban APBD 2025. Selain itu, fraksi-fraksi juga memberikan masukan terkait pembangunan infrastruktur, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta peningkatan pelayanan publik.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bahasan menegaskan bahwa seluruh saran dan kritik dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

"Masukan dari fraksi-fraksi tentu menjadi perhatian kami untuk perbaikan ke depan, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," pungkasnya.

Baca juga: Anggota Komisi III DPRD Pontianak Soroti Besarnya SILPA APBD 2025

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....