Audiensi dengan Wali Kota, IKAHUT Soroti RTH dan Masa Depan Lingkungan
- 20 Mei 2026 08:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Walikota Pontianak, Edi Kamtono menegaskan penanaman pohon di Pontianak tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial tanpa perawatan lanjutan.
Hal itu disampaikan Edi Kamtono saat menerima audiensi pengurus IKAHUT Kota Pontianak di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa, 19 Mei 2026. “Menanam pohon jangan hanya seremoni. Setelah ditanam lalu ditinggal hingga tidak hidup,” tegas Edi Kamtono.
Menurutnya, banyak pohon yang tumbuh besar di Kota Pontianak saat ini merupakan hasil penanaman puluhan tahun lalu. Ia menilai keberhasilan penghijauan harus dibarengi komitmen perawatan dan edukasi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, IKAHUT Kota Pontianak meminta kesediaan Wali Kota menjadi Pembina organisasi sekaligus berdiskusi mengenai kontribusi alumni kehutanan terhadap pembangunan kota.
Edi Kamtono menyatakan bersedia menjadi pembina apabila tidak bertentangan dengan aturan organisasi meski dirinya bukan berasal dari latar belakang pendidikan kehutanan.
“Saya memang bukan alumni kehutanan, tapi saya suka tanaman,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pontianak yang hingga kini disebut belum mencapai target ideal 30 persen dari luas wilayah kota.
“Idealnya RTH itu 30 persen, dan Pontianak belum mencapai itu,” katanya.
Selain isu penghijauan, diskusi turut membahas pengelolaan sampah, pengembangan nursery tanaman langka, pemanfaatan minyak jelantah, hingga pelestarian kawasan Arboretum sebagai miniatur vegetasi khas Kalimantan Barat.
Ketua IKAHUT Kota Pontianak, M. Rifani, mengatakan alumni kehutanan ingin berkontribusi nyata sebagai bagian dari support system pembangunan Kota Pontianak.
“Kami ingin alumni kehutanan ikut berkontribusi untuk kota, bukan hanya di bidang kehutanan tetapi juga lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
IKAHUT juga menyampaikan rencana pengembangan lahan eks PLTS menjadi kawasan nursery serta program penanaman pohon usai pelantikan organisasi.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung persoalan sampah di Pontianak yang mencapai sekitar 450 ton per-hari dan sebagian besar atau 75 persen merupakan sampah organik.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lingkungan dapat memperkuat gerakan penghijauan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan hidup untuk mencapai keseimbangan ekologis ideal di perkotaan yang terus berkembang.
Baca juga: Josepha Bersyukur dapat Sosialisasi 4 Pilar, Siap Jadi Agen Edukasi di Sekolah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....