Dunia Kerja Makin Ketat, Dosen Muda Ini Dorong Mahasiswa Aktif dan Kreatif

  • 15 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di saat persaingan kerja yang makin ketat dan perubahan dunia yang serba cepat, generasi muda dinilai tidak cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, hingga keberanian mencoba peluang baru menjadi bekal penting agar mampu bersaing setelah lulus kuliah.

Hal itu dibahas dalam Program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) Pro 2 RRI Pontianak yang disiarkan di 101,8 FM dan live streaming YouTube Pro 2 Pontianak, pada Jumat, 8 Mei 2026 lalu. Mengangkat tema “Peluang Karir Akademik, Bisnis, bagi Generasi Muda Berprestasi”, program tersebut menghadirkan dosen muda IAIN Pontianak, Muhammad Adib Alfarisi.

Dalam program acara yang di asuh penyiar Erna tersebut, Adib menceritakan perjalanan hidupnya hingga akhirnya memilih jalur akademik. Ia mengaku awalnya bercita-cita menjadi guru setelah lulus dari Madrasah Aliyah pada 2018. Meski sempat gagal di sejumlah jalur masuk perguruan tinggi, ia tetap melanjutkan pendidikan hingga akhirnya menjadi dosen di bidang hukum Islam.

Menurutnya, dorongan keluarga serta kondisi daerah asalnya di Sintang menjadi alasan kuat untuk terus bertahan di dunia pendidikan. Ia menilai pendidikan masih menjadi jalan penting untuk membuka akses pengetahuan, terutama bagi daerah yang masih memiliki keterbatasan informasi dan infrastruktur.

Adib juga menlihat perubahan karakter mahasiswa di era digital saat ini. Ia mengatakan, perkembangan teknologi seperti AI dan kemudahan akses internet membuat pola belajar mahasiswa berubah drastis dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, dosen dituntut lebih memahami psikologi mahasiswa agar proses belajar tetap berjalan efektif.

“Sekarang pengajar harus bisa mengikuti arus mahasiswa juga. Kita harus tahu bagaimana cara pendekatan, cara memberi tugas, sampai memahami kondisi mereka,” ujarnya.

Selain akademik, Adib menilai mahasiswa perlu mulai membangun pengalaman kerja sejak dini. Ia mendorong generasi muda untuk aktif di organisasi, magang, hingga pekerjaan freelance agar memiliki keterampilan tambahan di luar ruang kelas.

Pengalaman itu juga pernah ia jalani saat masih kuliah. Selain aktif berorganisasi dan menerima beasiswa, Adib sempat membangun usaha bersama rekannya di bidang perdagangan dan jasa melalui CV Aditama Sejahtera. Dari situ, ia belajar tentang manajemen, komunikasi, hingga menghadapi tantangan bisnis.

Menurutnya, banyak mahasiswa memiliki nilai akademik bagus, tetapi masih bingung menentukan kemampuan yang bisa dijual di dunia kerja. Karena itu, ia menilai generasi muda perlu mengenali potensi diri sedini mungkin agar tidak hanya mengandalkan ijazah saat lulus nanti.

Di akhir siaran, Adib mengingatkan anak muda untuk tetap disiplin, bertanggung jawab, serta tidak mudah menyerah menghadapi proses hidup. Ia juga mengajak generasi muda agar tidak terjebak validasi sosial dan tetap menjaga keseimbangan antara pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan pribadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....