Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Picu Tekanan Ekonomi Daerah
- 19 Apr 2026 14:32 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Ketua Apindo Kota Pontianak, Andreas Acui Simanjaya, menilai kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi memperbesar tekanan ekonomi, khususnya di daerah yang sangat bergantung pada distribusi barang antar pulau. Hal ini ia sampaikan kepada tim liputan RRI Pontianak pada Minggu, 19 April 2026.
Ia menyebut, kondisi global seperti konflik internasional turut berdampak pada terganggunya pasokan minyak bumi dan bahan baku turunannya. Hal ini dilihat menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga energi, termasuk BBM non-subsidi di dalam negeri.
“Saat ini dunia mengalami kelangkaan minyak bumi dan barang dari bahan baku minyak bumi, misalnya produk plastik, akibat konflik global. Kelangkaan ini mengakibatkan kurangnya suplai bahan bakar dan kenaikan berbagai produk,” ujar Acui.
Menurutnya, dampak dari kondisi tersebut mulai terasa di Pontianak, baik dari sisi kenaikan harga barang maupun terbatasnya ketersediaan sejumlah produk kebutuhan masyarakat.
“Saat ini di Pontianak terjadi kenaikan barang produk dan juga kelangkaan produk keperluan masyarakat. Kenaikan BBM non-subsidi hanya salah satu sisi dari tekanan ekonomi akibat kondisi global itu,” katanya.
Ia menegaskan, kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap sektor lain, terutama pada biaya distribusi dan produksi yang pada akhirnya dibebankan kepada masyarakat.
“Kenaikan BBM non-subsidi akan menambah kenaikan barang dan jasa yang kemudian mengakibatkan menurunnya daya beli serta meningkatnya inflasi,” jelasnya.
Namun demikian, Andreas juga menilai bahwa situasi ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia menekankan pentingnya respons kolektif, baik dari pelaku usaha maupun masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi tersebut.
“Situasi seperti ini tidak sepenuhnya harus jadi tanggung jawab pemerintah. Perlu langkah bijak dari masyarakat, misalnya dengan melakukan penghematan sumber daya dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak,” ucapnya.
Ia mengingatkan, tanpa langkah antisipatif, tekanan dari kenaikan harga energi dikhawatirkan akan semakin memperlemah daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax dan Pertalite Tetap Stabil
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....