KPID Kalbar Hadirkan Kelas Bakti Penyiaran untuk Generasi Kreatif

  • 17 Apr 2026 20:47 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) Pro 2 Pontianak kembali menghadirkan dialog inspiratif dengan mengangkat topik “Kelas Bakti Penyiaran”, Selasa, 14 April 2026. Menghadirkan narasumber Koordinator Bidang Kelembagaan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar, Dea Citra Rahmatika, S.I.Kom.

Dalam siaran yang dipandu host Salma tersebut, Dea menjelaskan bahwa KPID merupakan lembaga yang memiliki tugas mengawasi penyiaran berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002. Pengawasan ini bertujuan memastikan konten siaran tetap berkualitas, edukatif, dan tidak melanggar hak publik sebagai penerima informasi.

“Yang kita jaga bukan kebebasan berekspresi, tapi bagaimana ruang publik digunakan secara bertanggung jawab. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang baik dan berkualitas,” ujar Dea.

Menjawab tantangan era digital, KPID Kalbar menghadirkan program Kelas Bakti Penyiaran sebagai upaya mendekatkan kembali masyarakat dengan lembaga penyiaran. Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pelatihan praktis yang relevan dengan kebutuhan saat ini, seperti public speaking, reportase, hingga pembuatan konten.

Menurut Dea, keterampilan di dunia penyiaran kini menjadi bekal penting, terutama bagi generasi muda dan content creator. “Skill seperti wawancara, teknik berbicara, hingga menyampaikan informasi itu sangat dibutuhkan di era sekarang,” kata Dea.

Kelas Bakti Penyiaran menyasar pelajar, mahasiswa, hingga komunitas umum. Peserta tidak diwajibkan memiliki latar belakang penyiaran, cukup memiliki minat dan kemauan belajar. Program ini juga bersifat gratis, dengan skema pelatihan setengah hari yang dipadukan antara teori dan praktik.

Beberapa materi yang ditawarkan dalam kelas ini antara lain reportase, voice over, videografi, media handling, hingga public speaking. Selain itu, peserta juga akan dibekali pemahaman tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) sebagai dasar dalam menyampaikan informasi yang sehat.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya jadi penonton, tapi juga paham bagaimana memilih dan bahkan memproduksi informasi yang baik,” ucap Dea.

Melalui program ini, KPID Kalbar berharap dapat menciptakan generasi baru yang melek media serta mampu menjadi penyampai informasi yang bertanggung jawab. Kelas Bakti Penyiaran diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat dan dunia penyiaran di tengah derasnya arus informasi digital.

Baca juga: KPID Kalbar Dorong Inovasi Penyiaran di Era Digital

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....