Charity Day Aku Belajar Siapkan Panggung Mimpi Anak-Anak

  • 23 Mei 2026 08:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Semangat berbagi melalui pendidikan menjadi pembahasan utama dalam program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Infomasi) RRI Pro 2 Pontianak, Senin, 18 Mei 2026. Mengangkat tema “Charity Day Aku Belajar”, obrolan ini menghadirkan Dayang Kintan Rahmidiani dan Iwan Kurniawan dari NPO Aku Belajar yang aktif mendampingi anak-anak melalui program belajar gratis dan pemberdayaan relawan muda.

Dalam dialog tersebut, Dayang Kintan menjelaskan bahwa NPO Aku Belajar merupakan organisasi nonprofit yang bergerak di bidang sosial pendidikan dan pemberdayaan pemuda di Kalimantan Barat. Organisasi ini menyediakan program belajar gratis bagi anak-anak, sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat sebagai relawan pengajar.

Kintan menceritakan, perjalanan Aku Belajar dimulai sejak 2011 melalui gerakan donasi buku “One Book 1000”. Setahun kemudian, gerakan itu berkembang menjadi program mengajar untuk anak-anak di kawasan Sungai Selamat, Pontianak Utara. Sejak saat itu, kegiatan belajar terus berkembang ke berbagai wilayah seperti TPA Batu Layang, Tambelan Sampit, Jeruju Besar di Kabupaten Kubu Raya, hingga kini berlangsung di Kelurahan Sungai Jawi Luar.

Menurutnya, program belajar dilakukan setiap akhir pekan selama enam bulan. Kegiatan dibagi menjadi pembelajaran akademik pada hari Sabtu dan kelas nonformal pada hari Minggu, seperti seni, kerajinan tangan, hingga praktik kreatif yang disesuaikan dengan materi belajar anak-anak.

Iwan Kurniawan mengatakan, pengalaman menjadi relawan memberikan banyak pelajaran tentang kepemimpinan dan kepedulian sosial. Ia mengaku momen paling berkesan adalah saat anak-anak menyambut kedatangan para relawan dengan penuh antusias. “Mereka sampai menunggu dan menyambut kami di jalan. Itu yang membuat kami merasa dekat sekali dengan adik-adik belajar,” ujarnya.

Cerita haru juga datang dari pengalaman relawan di kawasan TPA Batu Layang. Kintan menyebut banyak anak yang awalnya hanya mengenal profesi di lingkungan sekitar mereka, seperti pemulung atau pekerja rumah tangga. Namun setelah mengikuti program selama beberapa bulan, cita-cita mereka mulai berubah. Anak-anak mulai bermimpi menjadi guru, polisi, dokter, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kami ingin adik-adik tahu kalau mereka punya banyak pilihan untuk bermimpi. Awalnya ada yang bilang ingin jadi pemulung atau ART karena itu yang setiap hari mereka lihat. Setelah ikut belajar bersama selama enam bulan, mereka mulai berani bercita-cita jadi guru, polisi, dokter, bahkan ingin kuliah,” ujar Dayang.

Selain mengajar, Aku Belajar juga menghadirkan program “Dimensi” atau Duduk Mencari Inspirasi dengan mengundang berbagai profesi untuk berbagi pengalaman kepada anak-anak. Organisasi ini turut membangun perpustakaan mini di lokasi pengajaran sebagai upaya menjaga semangat belajar masyarakat setelah program selesai berlangsung.

Saat ini, program di Sungai Jawi Luar diikuti sekitar 95 anak, mulai dari usia pra sekolah hingga SMP, dengan didampingi sembilan relawan perempuan. Kegiatan belajar dipusatkan di sebuah masjid di kawasan Jeruju dan mendapat dukungan positif dari warga setempat karena dinilai mampu menghadirkan aktivitas positif bagi anak-anak di tengah maraknya penggunaan gawai.

Sebagai penutup program, Aku Belajar akan menggelar Charity Day pada 31 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dan relawan akan menampilkan drama musikal hasil latihan selama dua bulan terakhir. Informasi mengenai kegiatan dan rekrutmen relawan dapat diakses melalui akun Instagram Aku Belajar.

Baca juga: Praktisi Pendidikan Soroti Ketimpangan Sekolah di Kalbar

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....