Perempuan Dinilai Berperan Penting Menjaga Kelestarian Alam
- 13 Apr 2026 10:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat. Hal ini dibahas dalam program Green Radio di RRI Pro 1 Pontianak yang mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Menjaga Alam”, Sabtu, 11 April 2026.
Narasumber Eni Ratnawati, S.Hut., Pengendali Ekosistem Hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, menyoroti besarnya kontribusi perempuan dalam kegiatan konservasi. Menurutnya, karakter perempuan yang teliti dan tekun menjadi keunggulan dalam pengelolaan lingkungan.
“Perempuan biasanya lebih detail dan telaten dalam persiapan teknis kegiatan di lapangan, sehingga dapat melengkapi peran laki-laki yang lebih banyak mengambil keputusan strategis,” ujar Eni.
Ia menambahkan, perempuan juga memiliki kedekatan dengan alam, terutama dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan. Di sejumlah wilayah sekitar hutan, perempuan dinilai lebih cermat dalam mengelola hasil alam seperti rebung dan buah-buahan tanpa merusak lingkungan.
Peran perempuan juga terlihat kuat dalam lingkup rumah tangga. Eni menjelaskan, perempuan sering menjadi pengelola utama rumah tangga, termasuk dalam pengelolaan sampah serta penanaman nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada anak sejak dini.
“Perempuan berperan besar dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak, misalnya melalui kebiasaan memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Dalam mendukung peran tersebut, BKSDA Kalimantan Barat telah menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan di kawasan konservasi. Salah satunya melalui pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Ekosistem (KMPE) di kawasan Gunung Kelam. Program ini memberikan pelatihan kepada ibu-ibu untuk membuat kain tenun dengan pewarna alami, produk ecoprint, hingga olahan dodol nanas.
Selain itu, BKSDA Kalbar juga bekerja sama dengan Yayasan Planet Indonesia (YPI) dalam program simpan pinjam bagi masyarakat di sekitar kawasan cagar alam, seperti Gunung Nyiut dan Karimata. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat agar tidak bergantung pada eksploitasi sumber daya hutan.
Meski demikian, perempuan yang berkiprah di bidang konservasi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan peran dalam keluarga. Oleh karena itu, kebijakan keterlibatan minimal 30 persen perempuan dalam kegiatan konservasi diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi perempuan. Melalui berbagai peran tersebut, perempuan dinilai menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....