Obat adalah Bentuk Usaha Lahiriah Melengkapi Doa sebagai Usaha Batin
- 10 Apr 2026 21:55 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Obat sering dianggap sebagai sumber kesembuhan, padahal sejatinya ia hanyalah bagian dari ikhtiar manusia. Kesembuhan tetap datang dari kehendak Allah, sementara obat menjadi perantara yang diusahakan.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia diajarkan untuk tidak pasrah tanpa usaha ketika sakit. Berobat adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri, sekaligus wujud menjaga amanah tubuh.
Konsep ini sejalan dengan ajaran tauhid, bahwa segala sesuatu kembali kepada Sang Pencipta. Manusia boleh mencari sebab, tetapi tidak boleh menggantungkan harapan sepenuhnya pada sebab itu.
Dalam kisah Nabi Ibrahim, beliau menegaskan bahwa Allah-lah yang menyembuhkan. Ucapan beliau mengingatkan bahwa obat hanyalah wasilah, bukan penentu utama kesembuhan.
Dengan memahami hal ini, hati menjadi lebih tenang saat menjalani pengobatan. Kita tidak mudah putus asa ketika hasil belum terlihat, karena yakin Allah Maha Menentukan.
Ikhtiar melalui obat juga melatih keseimbangan antara usaha dan tawakal. Manusia berusaha semaksimal mungkin, lalu menyerahkan hasilnya dengan penuh keikhlasan.
Pada akhirnya, obat adalah bentuk usaha lahiriah yang melengkapi doa sebagai usaha batin. Kesembuhan sejati datang ketika keduanya berjalan seiring, dalam keyakinan kepada Allah. Wallahu'alam Bishawab!
Baca juga: Kucai Sayuran Sederhana dengan Aroma Khas dan Kaya Gizi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....