"Emas Hijau" di Pesisir Sungai Kupah
- 09 Apr 2026 12:49 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Perkebunan kelapa di Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyimpan potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Dengan kondisi geografis yang didominasi lahan rawa dan wilayah pesisir, desa ini memiliki karakteristik yang sangat mendukung pertumbuhan kelapa dalam secara alami dan berkelanjutan.
Selama bertahun-tahun, kelapa telah menjadi komoditas utama masyarakat Sungai Kupah. Hamparan pohon kelapa yang tumbuh subur tidak hanya menjadi pemandangan khas desa, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar warga. Namun, seiring perkembangan zaman, pemanfaatan kelapa tidak lagi terbatas pada penjualan buah mentah, melainkan mulai diarahkan pada pengolahan produk bernilai tambah.
Salah satu sektor yang berkembang pesat adalah industri gula kelapa. Masyarakat memanfaatkan nira yang dihasilkan dari pohon kelapa untuk diolah menjadi gula merah tradisional. Produk ini memiliki pasar yang cukup stabil, baik di tingkat lokal maupun luar daerah. Meski demikian, proses produksinya yang masih tradisional menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas dan meningkatkan kapasitas produksi.
Tidak hanya itu, berbagai produk turunan kelapa juga mulai dikembangkan oleh masyarakat. Minyak kelapa, kopra, hingga arang tempurung menjadi alternatif usaha yang mampu meningkatkan nilai ekonomi dari setiap bagian kelapa. Diversifikasi ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis produk, tetapi juga memperluas sumber pendapatan.
Rudi Hartono, Pemuda Pelopor Desa Sungai Kupah, menegaskan bahwa potensi kelapa di wilayahnya masih sangat besar untuk dikembangkan. Ia menilai bahwa inovasi dalam pengolahan serta strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci dalam meningkatkan nilai jual produk.
“Kelapa di Sungai Kupah ini bukan hanya bisa dijual mentah, tapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk yang nilai jualnya lebih tinggi. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan,” ungkapnya, Kamis, 9 April 2026.
Menurut Rudi, penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Pelatihan pengolahan, akses terhadap permodalan, serta dukungan pemasaran dinilai sangat dibutuhkan agar produk-produk kelapa dari Sungai Kupah mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Di sisi lain, perhatian dari pemerintah daerah juga mulai terlihat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas produksi. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor kelapa secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Potensi sumber daya alam yang melimpah dan dukungan berbagai pihak, Desa Sungai Kupah memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat kelapa terpadu di Kalimantan Barat. Jika dikelola secara optimal, komoditas kelapa tidak hanya menjadi warisan tradisional, tetapi juga fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi desa di masa depan,” harapnya.
Dengan potensi yang dimiliki, Desa Sungai Kupah berpeluang besar menjadi pusat pengembangan kelapa terpadu di Kalimantan Barat. Jika dikelola secara berkelanjutan, sektor ini tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi desa di tengah dinamika pasar komoditas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....