Kerusakan Fondasi Dermaga Penyeberangan Feri Pontianak Sangat Vital dan Berbaha
- 31 Mar 2026 20:15 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Layanan penyeberangan kapal feri rute Bardan–Siantan Pontianak resmi menghentikan operasionalnya mulai Rabu, 1 April 2026. Selain persoalan administrasi kontrak yang habis antara Pemkot Pontianak dengan PT Jembatan Nusantara, namun faktor keamanan infrastruktur menjadi alasan krusial di balik penutupan ini.
Tenaga Ahli dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan), Umar, mengungkapkan bahwa kondisi fisik dermaga saat ini sudah masuk dalam kategori sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan kajian teknis yang dilakukan, kerusakan terjadi pada struktur paling vital, yakni fondasi dan jembatan penghubung (movable bridge).
Fondasi Retak dan Keropos
Umar menjelaskan bahwa fondasi dermaga yang berupa tiang pancang telah mengalami pengeroposan, pecah, hingga retak yang signifikan. Kerusakan ini dipicu oleh beban kerja dermaga yang berat, baik secara vertikal maupun horizontal.
"Dermaga itu tidak hanya menerima beban vertikal dari kendaraan, tapi juga beban horizontal akibat tumbukan kapal saat merapat. Luas permukaan beton pada fondasi sudah sangat berkurang, dan ini mengurangi kekuatan struktur secara drastis," ujar Umar, saat diwawancara awak media, Selasa, 31 Maret 2026.

Jembatan Penghubung Melewati Batas Pemeliharaan
Selain fondasi, komponen movable bridge atau jembatan yang menghubungkan kapal dengan dermaga juga dilaporkan dalam kondisi kritis. Struktur yang terbuat dari baja tersebut telah mengalami korosi atau pengeroposan tingkat lanjut.
Menurut Umar, tingkat kerusakan baja tersebut sudah tidak memungkinkan lagi untuk sekadar dilakukan pemeliharaan rutin.
"Pengeroposannya sudah pada tahap lanjut sehingga tidak bisa lagi hanya dipelihara. Padahal, bagian ini setiap hari dilewati kendaraan roda dua, roda empat, hingga roda enam. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jasa," tegasnya.
Bahaya Tumbukan Kapal
Kerusakan juga terdeteksi pada bagian fender, yaitu struktur yang berfungsi menahan benturan kapal saat bersandar. Umar menyebut fondasi pada fender tersebut bahkan sudah dalam kondisi patah, meski belum runtuh sepenuhnya karena masih tertahan oleh besi tulangan di dalam beton.
"Kapal memiliki tonase yang sangat besar, apalagi jika bermuatan. Dengan kecepatan kecil saja, kapal menimbulkan momentum yang sangat besar saat merapat. Jika menghantam fondasi yang sudah patah, risiko kerusakan fatal sangat tinggi," tambah Umar.
Langkah Pemerintah Selanjutnya
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Trisna Ibrahim, menyatakan bahwa perbaikan dermaga ini memerlukan waktu dan biaya yang besar karena tingkat kerumitan teknisnya. Pemerintah Kota Pontianak telah mengajukan proposal perbaikan infrastruktur ini ke Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR RI.
Selama masa penutupan, masyarakat yang biasa menggunakan jasa penyeberangan feri diimbau untuk beralih menggunakan Jembatan Kapuas I atau Jembatan Kapuas II. Warga juga diminta memantau kondisi arus lalu lintas melalui aplikasi peta digital guna menghindari kemacetan di jalur darat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....