Radiasi Elektronik serta Dampaknya yang Perlu Diketahui

  • 28 Feb 2026 19:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Ditengah pesatnya perkembangan teknologi, barang elektronik seperti ponsel, laptop, televisi, dan perangkat Wi-Fi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan, melibatkan penggunaan perangkat digital. Namun, di balik kemudahan dan manfaat yang ditawarkan, muncul kekhawatiran mengenai dampak radiasi yang dipancarkan oleh barang elektronik terhadap kesehatan.

Barang elektronik umumnya memancarkan radiasi non-ionisasi, yaitu jenis radiasi dengan energi rendah yang tidak cukup kuat untuk merusak DNA secara langsung. Radiasi ini berbeda dari radiasi ionisasi yang memang berbahaya dalam dosis tinggi. Beriku beberapa dampak yang perlu diketahui :

  1. Kelelahan Mata (Digital Eye Strain)

Paparan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala. Hal ini lebih disebabkan oleh cahaya biru (blue light) dan durasi penggunaan, bukan radiasi berbahaya.

2. Gangguan Tidur

Penggunaan gadget sebelum tidur dapat menghambat produksi melatonin, membuat sulit tidur dan menurunkan kualitas istirahat.

3. Risiko Kesehatan Jangka Panjang

Hingga saat ini, penelitian ilmiah besar menunjukkan bahwa paparan radiasi non-ionisasi dari perangkat elektronik masih dalam batas aman jika sesuai standar internasional. Namun, penggunaan berlebihan tetap tidak dianjurkan.

Radiasi dari barang elektronik pada umumnya berada dalam kategori non-ionisasi yang relatif aman sesuai standar yang berlaku. Namun, penggunaan berlebihan tetap dapat menimbulkan dampak tidak langsung seperti gangguan tidur, kelelahan mata, dan penurunan kualitas hidup. Kuncinya bukan menghindari teknologi, melainkan menggunakan teknologi secara bijak dan seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....