Berimam Kepada Takdir Baik dan Buruk

  • 08 Feb 2026 11:54 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Ustadz KH.Muhammad Faiz dalam poadcast media sosialnya menyampaikan soal baik dan buruk sering kali dipahami manusia berdasarkan sudut pandang yang terbatas. Dalam Islam, akal diberi peran penting, namun tetap memiliki batas yang tidak mampu menjangkau seluruh hikmah Allah.

Apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu membawa kebaikan sejati dalam pandangan Allah. Sebaliknya, sesuatu yang terasa buruk bisa menjadi jalan menuju rahmat dan pembelajaran yang lebih besar.

Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa manusia hanya diberi sedikit ilmu. Keterbatasan ini, menjadi bukti bahwa penilaian manusia tidak selalu selaras dengan ketentuan Ilahi.

Sering kali manusia tergesa-gesa menilai takdir sebagai keburukan karena melihat hasil sesaat. Padahal, Allah maha mengetahui masa depan yang tidak tampak oleh mata dan pikiran manusia.

Ujian hidup menjadi contoh nyata bagaimana baik dan buruk bercampur dalam ketetapan Allah, Kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci agar hati tidak terjebak dalam prasangka buruk kepada-Nya.

Islam mengajarkan untuk menyerahkan penilaian akhir kepada Allah setelah berikhtiar. Tawakal, menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia tidak sepenuhnya berkuasa atas makna peristiwa.

Dengan menyadari keterbatasan dalam memahami baik dan buruk, manusia belajar rendah hati. Dari sanalah lahir keimanan yang matang, penuh percaya kepada kebijaksanaan Allah SWT. 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....