Ramadan Sebagai Momentum Hijrah dan Perbaikan Diri
- 22 Feb 2026 00:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Istiqomah dalam menjalankan kebaikan kerap dipandang sebagai hal yang sulit, namun bukan berarti tidak dapat diwujudkan. Dalam ajaran Islam, bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk melakukan hijrah, memperbaiki diri, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.
Melalui ibadah yang lebih teratur dan pengendalian diri, umat Muslim diajak menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan baik secara berkelanjutan.
Ustadzah Cucu dalam siaran Mutiara Pagi pada Jumat, 20 Februari 2026 memberikan sejumlah tips agar umat Muslim dapat menjaga istiqomah dalam beribadah, salah satunya dengan memonitor dan mengecek secara rutin amalan yang telah dilaksanakan. Evaluasi diri dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana kebaikan dan ibadah dilakukan secara konsisten dari hari ke hari. Dengan cara tersebut, diharapkan setiap individu dapat lebih disiplin.
"Untuk bisa istiqomah, kita berubah meningkatkan diri, memperbaiki diri, memang kalau saya awalnya dibantu dengan monitor atau mengecek. Jadi, kita check list hari ini salatnya tepat waktu atau tidak, hari ini kita tilawahnya berapa, satu halaman atau satu juz. Kemudian menjaga lisan hari ini ada nggak ghibah atau memaki orang atau bahkan menghasut itu juga di-check list, kalau yang buruk disilang. Itu bisa menjadi muhasabah," ujar Dr. Cucu, S.Ag. M.Ag. saat siaran membahas tema "Ramadhan Sebagai Momentum Hijrah dan Perbaikan Diri".
Ustadzah Cucu juga menekankan pentingnya menjaga niat yang lurus dalam proses hijrah agar perubahan yang dilakukan benar-benar berangkat dari kesadaran pribadi. Hijrah menuju kebaikan diharapkan dimulai dari diri sendiri, bukan karena dorongan atau tekanan dari orang lain, sehingga dapat dijalani secara konsisten dan penuh keikhlasan.
"Niat dan juga keinginan kita untuk hijrah dan memperbaiki diri itu menunjukkan kesungguhan, bahwa untuk berubah lebih baik memang kita yang mengawali bukan orang lain. Kita yang mengawal, kita yang punya keinginan, kita yang punya cita-cita ingin menjadi orang yang bertakwa, ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat," kata Ustadzah Cucu.
Ketakwaan dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk dimudahkan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup dan menemukan solusi atas setiap permasalahan. Dalam ajaran Islam, setiap kesulitan yang dialami oleh orang yang bertakwa diyakini akan disertai dengan jalan keluar yang diberikan oleh Allah SWT. Karena itu, Ustadzah Cucu mengajak seluruh umat muslim untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan sebagai bekal dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Hijrah Tak Harus Instan, KH Abd. Hay Bari: Pelan-Pelan Asal Istiqamah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....