Kompetensi Bahasa, Bekal Masa Depan Mahasiswa

  • 07 Feb 2026 23:39 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Program Ngopi (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) di Pro 2 RRI Pontianak mengangkat tema penguatan kompetensi bahasa sebagai bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Dialog ini disiarkan pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan menghadirkan Unit Pengembangan Bahasa Poltekkes Kemenkes Pontianak sebagai narasumber.

Penyiar Naufal memandu perbincangan bersama Rezza Dewintha, perwakilan Unit Pengembangan Bahasa Poltekkes Kemenkes Pontianak. Diskusi difokuskan pada peran strategis penguasaan bahasa, terutama bahasa Inggris, dalam mendukung prestasi akademik, kelulusan mahasiswa, hingga kesiapan memasuki dunia kerja dan studi lanjut.

Rezza menjelaskan bahwa Unit Pengembangan Bahasa telah aktif sejak 2019 dan berada langsung di bawah koordinasi pimpinan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Pelayanan unit ini terpusat di Kampus A Jalan 28 Oktober, namun terbuka bagi mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi bahasa.

Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa layanan Unit Pengembangan Bahasa mencakup kelas pembelajaran bahasa Inggris, dan juga penerjemahan dokumen akademik, seperti abstrak dan artikel jurnal. Selain itu, unit ini juga menyelenggarakan berbagai tes kemampuan bahasa, termasuk English Proficiency Test dan TOEFL ITP yang diakui secara resmi.

Rezza mengungkapkan bahwa banyak peserta tes bahasa mengalami kendala bukan semata karena kemampuan, tetapi juga faktor kesiapan mental dan kondisi fisik. Menurutnya, suasana hati, kebiasaan belajar, serta kurangnya latihan berulang menjadi penyebab utama peserta harus mengulang tes beberapa kali.

“Tes bahasa itu bukan hanya soal pintar atau tidak, tapi juga kesiapan. Kalau tidak terbiasa latihan dan tidak tahu triknya, hasilnya bisa jauh dari harapan,” ujar Rezza dalam siaran tersebut.

Untuk membantu peserta mencapai skor yang dibutuhkan, Unit Pengembangan Bahasa menyediakan pendampingan, kelas persiapan, hingga tes prediksi. Pendekatan ini dinilai efektif karena peserta dapat mengetahui kelemahan mereka lebih awal sebelum mengikuti tes resmi.

Melalui dialog ini, Pro 2 RRI Pontianak berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, semakin menyadari pentingnya kompetensi bahasa sebagai bekal masa depan. Informasi terkait layanan Unit Pengembangan Bahasa Poltekkes Kemenkes Pontianak dapat diakses melalui media sosial resmi atau dengan datang langsung ke kampus.

Baca juga:Kasus Molotov, Pemkab Kubu Raya Siapkan pendampingan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....