Ketahanan Keluarga Dalam Menghadapi Era Digital

  • 05 Jun 2025 07:24 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Ustazah Lia Munawarah dalam acara Hikmah Pagi RRI Programa 4 Pontianak, Kamis ( 5/6/2025) pagi, menyampaikan pesan penting bagi keluarga di era digital ini. Pesan tersebut merangkum empat tantangan utama yang tengah dihadapi, yaitu:

Pertama, kurangnya komunikasi tatap muka antarkeluarga. Di tengah kesibukan dan pesatnya kemajuan teknologi, interaksi langsung seringkali tergeser. Hal ini dapat membuat ikatan emosional antar anggota keluarga menjadi renggang.

Kedua, pola pikir yang salah akibat informasi yang tidak tersaring. Informasi yang diterima tanpa disaring menyeluruh dapat membentuk pemahaman yang keliru dan bahkan menimbulkan keresahan dalam keluarga. Dengan demikian, seleksi informasi sangatlah krusial.

Ketiga, pola asuh yang kurang intensif dalam perkembangan anak. Peran serta orang tua yang tidak maksimal dalam mendampingi dan membimbing anak dapat berdampak pada tumbuh kembang serta karakter anak di masa depan.

Keempat, ancaman keamanan digital.Kecanduan gadget, game, dan aplikasi lainnya yang mengarah pada perilaku negatif menjadi realitas baru. Pengaruh digital ini harus disikapi dengan bijak agar tidak mengganggu keseimbangan hidup keluarga.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Ustazah Lia menekankan pentingnya komunikasi yang baik dan efektif dengan merujuk pada hadis HR. Tirmidzi yang mengatakan, "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." Hadis ini mengingatkan setiap individu agar senantiasa menjaga dan memperlakukan keluarganya dengan penuh kasih, hormat, dan perhatian.

Lebih jauh, ia mengajak setiap keluarga untuk mengimplementasikan konsep sakinah, mawaddah, warahmah, sebuah kerangka keluarga yang mengedepankan ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Dalam konteks menghadapi tantangan digital, pendekatan ini dicapai melalui:

Pertama, intensifikasi interaksi tatap muka antara orang tua dan anak.

Kedua, bersama-sama menjalankan ibadah seperti mengaji untuk memperkuat ikatan spiritual.

ketiga, Pendidikan mengenai penggunaan internet yang bijak dan seimbang, sehingga anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa terjerumus ke dalam kecanduan dan informasi negatif.

Pendidikan agama yang kuat, sebagai fondasi, diyakini dapat memupuk ketahanan keluarga. Dengan menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, keluarga tidak hanya mampu menghadapi tantangan zaman, tetapi juga membangun karakter yang kokoh bagi setiap anggotanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....