Jadikan Bulan Safar Sebagai Momentum Perbaiki Diri

  • 11 Agt 2026 17:31 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Bulan Safar dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri melalui amal ibadah dan perilaku yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan Ustadz Tri Wibowo dalam dialog Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Senin, 10 Agustus 2026, yang membahas tiga amalan di bulan Safar menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT.

Dalam dialog tersebut, Ustadz Tri Wibowo menjelaskan tiga amalan utama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni menjaga lisan, menghargai waktu, dan menjaga adab. Menurutnya, menjaga lisan merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim. Setiap perkataan perlu dipertimbangkan agar tidak menyakiti orang lain, termasuk menghindari kebiasaan menggunjing, menghina, maupun membicarakan keburukan orang lain.

“Alangkah elok dan baiknya ketika kita lebih baik diam daripada kita melakukan pembicaraan yang tidak ada manfaatnya,” ujar Ustadz Tri.

Ia mengingatkan, perbedaan karakter dan perilaku seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyebarkan keburukan. Jika menemukan kekurangan orang lain, masyarakat dianjurkan untuk mengingatkan dengan cara yang baik atau mendoakannya.

Selain menjaga lisan, Ustadz Tri Wibowo menekankan pentingnya menghargai waktu. Menurutnya, waktu merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kebaikan sebelum kesempatan tersebut berakhir.

“Hargailah waktu. Insyaallah kita akan dijagakan. Waktu itu adalah pengingat kita bahwasanya hari ini kita harus lebih baik daripada hari sebelumnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan merupakan salah satu nikmat yang memungkinkan seseorang menggunakan waktunya untuk beribadah, bekerja, membantu sesama, serta menjalankan tanggung jawab terhadap keluarga. Karena itu, waktu yang dimiliki saat tubuh masih sehat sebaiknya tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak memberikan manfaat. Aktivitas bekerja dan menafkahi keluarga, menurutnya, juga dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik.

Amalan ketiga yang ditekankan adalah menjaga adab. Ustadz Tri Wibowo menyebut adab sebagai bagian penting dalam kehidupan seorang muslim, bahkan ilmu dan kemampuan seseorang perlu diiringi dengan perilaku yang baik.

“Adab itu adalah sebagai perisai untuk kita semuanya. Adab itu adalah tombak daripada diri kita,” ucapnya.

Ia mencontohkan pentingnya kejujuran sebagai salah satu bentuk adab. Seseorang yang memiliki ilmu tinggi maupun kedudukan yang baik tetap harus menjaga kejujuran dan menghormati orang lain, termasuk guru dan kedua orang tua.

Ustadz Tri Wibowo juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian dan berbakti kepada orang tua. Menurutnya, merawat orang tua dalam kondisi sakit merupakan bagian dari pengabdian dan kesempatan untuk menunjukkan rasa hormat atas perjuangan mereka membesarkan anak.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Ia secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang berpotensi menimbulkan dampak luas.

“Jangan sampai di musim kemarau ini kita melakukan waktu yang tidak baik dalam arti kita membakar hutan ataupun sebagainya. Khawatirnya nanti menyusahkan pemerintah,” tuturnya.

Dalam menerapkan tiga amalan tersebut, Ustadz Tri Wibowo menyarankan masyarakat memulainya dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari tindakan besar, tetapi dapat diawali dengan mengendalikan emosi, bersedekah sesuai kemampuan, memperbaiki ketepatan waktu salat, serta membiasakan diri berkata baik.

“Ketika kita berbuat baik itu tidak dimulai dengan hal yang besar, tapi hal kecil pun boleh saja, asalkan niatnya ikhlas,” katanya, menjelaskan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Pertanyaan sederhana seperti apakah hari ini sudah lebih baik dibandingkan hari sebelumnya dapat menjadi bahan introspeksi untuk meningkatkan iman dan amal.

Menutup dialog, Ustadz Tri Wibowo mengajak masyarakat Kalimantan Barat agar tidak membiarkan bulan Safar berlalu tanpa perubahan positif.

“Mari kita perbaiki, kita benahi diri. Insyaallah Allah senantiasa menjaga kita di jalan-Nya,” ucapnya.

Ia berharap bulan Safar dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan dengan sesama manusia melalui sikap saling menghormati, menjaga perasaan, memperbanyak ibadah, dan melakukan amal kebaikan.

Baca juga: Shalat Fardhu, Ibadah Wajib dengan Segudang Keutamaan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....