KORMI Kalbar Targetkan 3.100 Peserta Ramaikan Forprov II Singkawang 2026

  • 01 Jul 2026 08:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II Kalbar 2026 di Kota Singkawang menjadi ajang olahraga masyarakat terbesar yang pernah digelar di daerah tersebut. Hingga menjelang pelaksanaan, jumlah atlet dan ofisial yang terdaftar telah mencapai sekitar 3.100 orang, jauh melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta.

Sekretaris Umum KORMI Kalbar, Cazanova, M.Pd, mengatakan Forprov II akan berlangsung pada 5-12 Juli 2026 dan diikuti oleh 12 kabupaten/kota dengan mempertandingkan 22 Induk Organisasi Olahraga (Inorga).

"Target kita sebenarnya sekitar 2.000 peserta. Namun sampai penutupan pendaftaran, jumlah atlet dan ofisial sudah mencapai sekitar 3.100 orang. Ini tentu di luar ekspektasi kami dan menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga masyarakat semakin tinggi," ujarnya saat dialog di Acara Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas), RRI Pro 1 Pontianak, Senin, 29 Juni 2026, yang dipandu host, Meiti.

Menurut Cazanova, Forprov II mempertandingkan 18 Inorga kategori perolehan medali dan empat Inorga ekshibisi, dengan total sekitar 1.500 medali yang diperebutkan selama pelaksanaan.

Ia menjelaskan, ajang dua tahunan tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus melestarikan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari budaya daerah.

"Olahraga masyarakat bukan hanya mengejar medali, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, menjaga kebudayaan, dan mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat melalui olahraga," katanya.

Selain menghadirkan berbagai cabang olahraga masyarakat, Forprov II juga akan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sejumlah venue pertandingan.

Cazanova mengatakan seluruh lokasi pertandingan terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya masuk sehingga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian Kota Singkawang.

"Kegiatan ini bukan hanya festival olahraga masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. UMKM kami libatkan di beberapa venue agar masyarakat yang datang ikut merasakan manfaatnya," ucapnya.

Ia bahkan mengimbau para pelaku UMKM menyediakan makanan sehat sebagai bentuk kampanye pola hidup sehat selama pelaksanaan Forprov. Panitia telah menyiapkan delapan venue pertandingan, di antaranya Mess Daerah Singkawang, Gor Kridasana, Gor Krida Mandala, Rumah Adat Melayu, Kantor Wali Kota Singkawang, Gor Basket STIA, hingga halaman kampus STIA Singkawang.

Menurut Cazanova, persiapan penyelenggaraan telah mencapai sekitar 75 persen, sementara jajaran panitia dan pengurus Kormi Kalbar terus melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh venue. "Kami belajar dari penyelenggaraan Forprov pertama di Pontianak. Harapannya pelaksanaan tahun ini semakin baik dan mampu meminimalkan berbagai kendala," ujarnya.

Forprov II juga menjadi momentum memperkenalkan kembali olahraga tradisional seperti sumpit, gasing, ketapel, panahan tradisional hingga berbagai permainan budaya yang kini mulai ditinggalkan generasi muda. Cazanova menegaskan Kormi terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar olahraga tradisional tetap dikenal oleh anak-anak dan remaja.

"Harapan kami, olahraga tradisional tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Anak-anak perlu dikenalkan kembali melalui kegiatan-kegiatan seperti Forprov" katanya.

Di akhir wawancara, Cazanova berharap seluruh peserta menjadikan Forprov sebagai ajang mempererat persaudaraan antardaerah. "Jadikan Forprov sebagai ajang silaturahmi, bukan hanya berburu medali. Mari bersama mempertahankan olahraga masyarakat, budaya, dan tradisi Kalimantan Barat demi memperkuat persatuan," katanya.

Baca juga: KORMI Pontianak Hadiri Launching Maskot Forprov II di Singkawang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....