Bangun Percaya Diri Anak lewat Public Speaking dan Modeling sejak Dini

  • 08 Jun 2026 18:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kepercayaan diri menjadi salah satu bekal penting bagi anak untuk menghadapi tantangan di masa depan. Melalui kegiatan public speaking dan modeling, anak-anak dapat belajar berani tampil, mengembangkan potensi, serta membangun karakter yang kuat sejak usia dini.

Coach Public Speaking dan Teacher Trainer, Wahyudi, menilai kemampuan berbicara di depan umum memiliki peran besar dalam mendukung kesuksesan seseorang. Menurutnya, public speaking tidak hanya mengajarkan cara berbicara, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir kritis, dan keberanian dalam menyampaikan pendapat.

"Kalau misalnya belajar public speaking, kita tidak hanya belajar bagaimana strategi berbicara di muka umum, tetapi juga belajar karakternya dulu dan membangun kepercayaan diri anak," ujar Wahyudi pada acara IDOLA (Indonesia Layak Anak), di RRI Pro 1 Pontianak, Minggu, 7 Juni 2026.

Ia menjelaskan, setiap anak sebenarnya memiliki potensi untuk tampil dan menyuarakan pendapatnya. Potensi tersebut perlu diasah melalui latihan yang konsisten serta dukungan dari lingkungan sekitar, terutama keluarga.

"Ketika lahir kita sudah diberikan kemampuan untuk menyuarakan sesuatu. Tinggal bagaimana kemampuan itu terus diasah agar berkembang menjadi keterampilan yang bermanfaat," katanya.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat public speaking adalah Nabila Putri Agustina. Remaja yang berhasil meraih gelar Putri Pendidikan Sekolah Dasar Indonesia 2025 itu mengaku pernah mengalami perundungan saat duduk di bangku sekolah dasar karena warna kulitnya.

Pengalaman tersebut justru menjadi motivasi bagi dirinya untuk bangkit dan mengedukasi anak-anak mengenai bahaya bullying melalui program advokasi yang dijalankannya.

"Dulu aku benar-benar merasa tidak percaya diri. Tapi sekarang aku belajar untuk menghargai diri sendiri dan berani memberikan suara di depan umum," ungkap Nabila.

Menurutnya, kepercayaan diri bukan hanya soal menang atau kalah dalam kompetisi, melainkan keberanian untuk mencoba dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman.

"Jangan pedulikan menang atau kalah. Semua orang punya kesempatan untuk belajar dan berkembang dari pengalaman yang dijalani," tambahnya.

Hal senada disampaikan Dahlia Kharisma Ayu yang telah menorehkan prestasi di ajang fashion tingkat internasional. Gadis berusia 11 tahun itu mengaku sempat merasa gugup dan tidak percaya diri saat pertama kali mengikuti lomba modeling. Namun, dengan latihan dan pola pikir positif, ia mampu mengatasi rasa takut tersebut hingga akhirnya tampil di berbagai panggung bergengsi.

"Kalau gugup, saya biasanya berpikir positif dan berdoa. Yang penting percaya pada diri sendiri dan jangan mudah menyerah," kata Dahlia.

Lebih lanjut, Wahyudi menekankan bahwa peran orang tua sangat menentukan dalam proses tumbuh kembang kepercayaan diri anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak hanya melarang, tetapi juga memberikan penjelasan yang logis sehingga anak terbiasa berpikir dan mengemukakan pendapat.

"Yang terpenting adalah jangan terlalu sering menyalahkan anak. Berikan dukungan dan ajak mereka berpikir, sehingga keberanian dan kemampuan komunikasinya tumbuh secara alami," jelasnya.

Ia berharap semakin banyak anak Indonesia berani mengembangkan potensi yang dimiliki dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk belajar serta berkarya.

"Anak-anak Indonesia berhak mendapatkan panggungnya masing-masing. Yang penting berani mencoba, terus belajar, dan jangan mudah menyerah," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....