Seseorang Diwafatkan Sesuai dengan Bagaimana Ia Menutup Hidupnya

  • 03 Mei 2026 12:53 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Seseorang tidaklah meninggal dalam keadaan yang tiba-tiba tanpa jejak, melainkan membawa kebiasaan yang telah lama ia jalani. Apa yang sering diulang dalam hidup, perlahan menjadi karakter, lalu mengiringi hingga akhir hayatnya.

Dalam keseharian, kebiasaan kecil sering dianggap sepele, padahal ia sedang membentuk arah akhir kehidupan. Lisan yang terbiasa berzikir akan ringan menyebut nama Allah, sementara yang lalai akan berat mengingat-Nya.

Banyak kisah menunjukkan bahwa seseorang diwafatkan dalam keadaan yang mencerminkan apa yang ia cintai. Ada yang meninggal dalam sujudnya, ada pula yang wafat dalam kelalaian karena jauh dari nilai kebaikan.

Sesungguhnya akhir kehidupan adalah cermin dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan pilihan-pilihan harian. Apa yang ditanam dalam bentuk kebiasaan, itulah yang akan dipanen pada detik-detik terakhir kehidupan.

Oleh karena itu, memperbaiki kebiasaan bukan sekadar urusan dunia, tetapi investasi menuju husnul khatimah. Setiap amal yang diulang dengan ikhlas akan menguatkan jiwa dan mendekatkan pada akhir yang baik.

Jangan menunda perubahan hanya karena merasa waktu masih panjang, sebab ajal tidak pernah memberi tanda. Mulailah dari hal kecil, seperti menjaga sholat, memperbaiki ucapan, dan memperbanyak kebaikan.

Akhirnya, seseorang diwafatkan sesuai dengan bagaimana ia menutup hidupnya, namun penutup itu lahir dari kebiasaan yang dijaga. Maka, jagalah habit yang baik hari ini, agar esok kita dipanggil dalam keadaan yang diridhai. Wallahu'alam Bishawab.

Baca juga: Allah Mencela Sikap Lemah yang Lahir dari Putus Asa

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....