Tarbiyah Nabawiyah Jadi Solusi Dekadensi Moral Generasi Muda di Era Modern
- 22 Apr 2026 23:08 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Konsep pendidikan berbasis nilai-nilai Islam atau “Tarbiyah Nabawiyah” dinilai menjadi solusi penting dalam menghadapi krisis moral yang semakin marak di kalangan generasi muda saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Dr. Sahrani, S.E.I., M.Pd. dalam program “Mutiara Pagi” yang disiarkan langsung oleh RRI Pro 1 Pontianak, Selasa, 21 April 2026.
Dalam pemaparannya, Ustadz Sahrani menjelaskan bahwa tarbiyah nabawiyah merupakan sistem pendidikan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits, yang mencakup pembinaan secara menyeluruh atau holistik, meliputi aspek jasmani, akal, dan rohani.
“Tarbiyah nabawiyah adalah konsep pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga spiritual dan emosional. Ini penting agar manusia tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik,” ujar Ustadz Sahrani.
Ia menegaskan bahwa fenomena dekadensi atau kemerosotan moral saat ini, bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, melainkan lemahnya nilai spiritual dalam diri seseorang.
“Banyak pelaku kejahatan hari ini bukan orang bodoh. Mereka berpendidikan tinggi, tetapi kehilangan kekuatan rohaniah. Ilmu tanpa iman justru bisa menjadi bumerang,” katanya.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat juga turut memperparah kondisi tersebut jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat.
“Teknologi tidak menjamin seseorang menjadi lebih baik. Justru tanpa pondasi agama, generasi muda bisa semakin jauh dari nilai-nilai kebaikan,” katanya, menambahkan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab orang tua atau guru, tetapi juga lingkungan masyarakat. Kepedulian sosial saat ini mulai menurun, padahal itu sangat penting dalam membentuk akhlak anak,” katanya lagi.
Ia juga menyarankan agar pendidikan berbasis pesantren menjadi salah satu alternatif dalam membangun karakter anak.
“Di pesantren, anak tidak hanya diajarkan ilmu, tetapi juga disiplin, akhlak, dan spiritualitas. Ini yang jarang ditemukan dalam pendidikan formal saat ini,” ujarnya.
Di bagian lain, menanggapi pertanyaan pendengar terkait adanya keluhan terhadap suara lantunan Al-Qur’an di masjid, Ustadz Sahrani menilai hal tersebut sebagai indikasi lemahnya keimanan.
“Orang yang terganggu dengan ayat-ayat Allah perlu introspeksi diri. Karena sejatinya, zikir dan Al-Qur’an itu menenangkan hati,” tuturnya.
Di akhir sesi, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menguatkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
“Mari kita jaga generasi kita dengan pendidikan yang benar dan baik. Tarbiyah nabawiyah adalah jalan untuk melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Kartini Masa Kini Harus Kuasai Informasi dan Literasi Digital
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....