MBG Pontianak Genjot Gizi, Dapur Jadi Motor Ekonomi
- 14 Apr 2026 17:27 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Program Makan Bergizi Gratis di Pontianak tak hanya menekan stunting, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga. Hingga April 2026, program MBG di Kota Pontianak hampir menjangkau seluruh target dengan sekitar 170 ribu penerima manfaat. Capaian ini didorong oleh operasional 82 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 110 dapur yang tersebar di berbagai wilayah.
Koordinator MBG Pontianak, Septianto menjelaskan, setiap dapur memiliki peran strategis tidak hanya dalam pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai pusat intervensi stunting melalui layanan bagi kelompok rentan.
“Tiap dapur SPPG sesuai juknis menyasar maksimal 3.000 orang, dengan komposisi peserta didik dan kelompok B3. Namun di Pontianak, ada penyesuaian karena fokus juga pada ibu hamil, menyusui, dan balita,” ujarnya di Pontianak, Selasa, 14 April 2026 .
| Baca juga: Komisi V DPRD Kalbar Pantau Pelaksanaan MBG |
Ia menambahkan, seluruh proses mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan dilakukan mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan, guna memastikan kualitas dan ketepatan sasaran.
Di balik capaian tersebut, masih terdapat tantangan di sejumlah wilayah seperti Pontianak Utara dan Pontianak Barat, di mana pertumbuhan dapur SPPG relatif lebih lambat. Kondisi ini membuat beberapa dapur harus melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat setiap harinya.
Sementara itu, pengelola SPPG Pontianak Utara, Siantan Hulu I, Ahmad Hidayat mengungkapkan bahwa penyusunan menu dilakukan bersama ahli gizi dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan pangan lokal.
“Menu disusun satu hingga dua minggu sebelumnya, tapi tetap menyesuaikan stok bahan di lapangan karena kebutuhan cukup besar,” jelasnya.
Ia menyebut, setiap dapur membutuhkan hingga 3.000 porsi makanan per hari, sehingga keberadaan pasar lokal menjadi penopang utama pasokan bahan pangan.
Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, program ini juga memberi dampak ekonomi dengan melibatkan tenaga kerja lokal serta mendorong perputaran ekonomi di sekitar dapur SPPG.
Dengan peran ganda tersebut, MBG di Pontianak tidak hanya menjadi program sosial, tetapi juga penggerak ekonomi berbasis komunitas yang terus diperkuat ke depannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....