Bersatu Lawan Malaria, Waspada Gejala dan Penularannya
- 11 Apr 2026 15:19 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Upaya melawan malaria terus digencarkan melalui edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penularan dan gejalanya. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina ini masih menjadi ancaman serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Fujiyanto, SpPD, dalam Program "Indonesia Sehat", di RRI Pro1 Pontianak, Jum'at, 10 April 2026, menjelaskan bahwa malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. “Malaria itu penyakit infeksi yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit. Parasit ini berkembang di hati lalu menyerang sel darah merah,” ujarnya.
Ia menambahkan, gejala malaria umumnya ditandai dengan tiga hal utama, yaitu menggigil, demam tinggi, dan berkeringat banyak. Namun, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan tanpa pemeriksaan medis.
“Tidak semua gejala seperti itu pasti malaria, perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan,” katanya.
Menurut dr. Fuji, malaria berbeda dengan demam biasa karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga kematian, terutama jika disebabkan oleh parasit jenis Plasmodium falciparum. “Parasit ini bisa menyerang otak dan menyebabkan komplikasi berat, sehingga tidak boleh dianggap remeh,” ucapnya.
Di Kalimantan Barat, kasus malaria saat ini relatif terkendali, meskipun masih ditemukan di beberapa wilayah tertentu. “Sekitar 85 persen wilayah sudah bebas malaria, namun tetap harus waspada terutama bagi yang bepergian ke daerah endemis,” katanya, menambahkan.
Dalam hal pencegahan, dr. Puji menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. “Gunakan kelambu saat tidur, pakai baju panjang, dan hindari aktivitas di luar rumah pada malam hari, karena nyamuk Anopheles aktif di malam hari,” ujarnya.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kunci utama. Genangan air dan sampah dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. “Lingkungan yang bersih sangat membantu menekan penyebaran malaria,” tambahnya.
Meski berbahaya, malaria dapat disembuhkan jika ditangani dengan benar. dr. Fuji mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa diagnosis. Dengan edukasi dan kesadaran bersama, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan turut berperan aktif dalam upaya eliminasi malaria di Indonesia.
“Pengobatan harus sesuai jenis parasitnya. Jika ditangani dengan tepat, malaria bisa sembuh tanpa gejala sisa,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Malaria, Cara Penularan dan Penyebabnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....