Malaria, Cara Penularan dan Penyebabnya

  • 20 Sep 2024 13:18 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, yang muncul pada petang sampai pagi hari. Parasit dari gigitan nyamuk akan menetap di organ hati, berkembang biak, kemudian menyerang sel-sel darah merah.

Malaria merupakan salah satu penyakit yang berbahaya di dunia, dan banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Beberapa kelompok yang rentan berisiko tinggi mengidap malaria yakni bayi, balita dan ibu hamil.

Baca juga : Tempat yang Menjadi Sarang Nyamuk di Rumah

Malaria tidak ditularkan melalui kontak langsung dari orang ke orang, melainkan gigitan nyamuk. Namun, malaria bisa juga ditularkan dengan cara-cara berikut ini.

  • Dari ibu kepada bayi dalam kandungannya
  • Jarum suntik
  • Tranfusi darah
  • Transplantasi organ

Empat jenis parasit plasmodium yang dapat menyebabkan infeksi malaria pada manusia, yakni:

  1. Plasmodium Vivax
    Penyebab malaria tertiana ringan yang terjadi setiap 3 hari. Jenis malaria ini adalah yang paling umum dan banyak terjadi. Meski gejalanya ringan, seperti demam, menggigil, diare dan merasa lelah, malaria tertiana bisa melemahkan kekebalan tubuh.
  2. Plasmodium Falciparum
    Penyebab malaria tropika yang banyak ditemukan di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Jika tidak ditangani dengan baik, malaria tropika dapat menimbulkan gangguan pada otak dan sistem saraf, serta kelumpuhan dan kejang. Plasmodium falciparum menempati urutan pertama penyebab kematian akibat malaria.
  3. Plasmodium Malariae
    Penyebab malaria quartana yang jarang terjadi. Gejala yang timbul berselang empat hari sekali, seperti demam dan menggigil.
  4. Plasmodium Ovale
    Penyakit malaria yang jarang terjadi, dan banyak ditemukan di negara-negara Afrika, Ghana, Nigeria dan Liberia. Gejalanya mirip seperti malaria quartana, yaitu demam dan menggigil, nyeri sendi dan diare. Parasitnya bisa menetap di organ hati hingga 4 tahun, hingga penyakit ini bisa kambuh kembali.

Sumber: kemkes.go.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....