Distribusi MBG ke SD 25 Pontianak Timur Tempuh Jalur Sungai

  • 25 Feb 2026 15:28 WIB
  •  Pontianak

‎RRI.CO.ID, Pontianak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjangkau sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses transportasi. Salah satunya di SD Negeri 25 Pontianak, Jalan Tanjung Pulau, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat yang menerima distribusi MBG melalui jalur sungai.

‎Distribusi melalui sungai dipilih karena lokasi sekolah berada di kawasan padat penduduk, tepatnya di Gang Baladewa, Tanjung Pulau, Kampung Dalam Bugis.

Akses darat menuju sekolah hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor, sehingga jalur sungai dinilai paling efektif dan aman untuk memastikan makanan bergizi tiba tepat waktu.

Tak hanya memastikan makanan tiba tepat waktu, petugas pengantar MBG juga mengenakan kostum karakter superhero untuk menghibur anak-anak, sekaligus menciptakan suasana ceria saat pembagian makanan.

Kepala SD Negeri 25 Pontianak, Eko Bintarto, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut, sejak tahap awal hingga berjalan di tahun 2026, distribusi MBG berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Kami dari pihak sekolah bersyukur alhamdulillah mendapatkan makanan bergizi gratis. Dalam pelayanan pendistribusian, kualitas makanan, hingga arahan yang diberikan kepada anak-anak, guru, dan staf, semuanya berjalan baik. Selama ini tidak ada kendala," ujar Eko, Rabu 25 Februari 2026.

Menurutnya, pengelolaan dan pendistribusian MBG yang dilakukan oleh SPPG Yayasan Pendidikan Al-Faqihil Muqoddam juga disertai dengan simulasi dan briefing pengelolaan makanan. Sekolah pun diberi ruang untuk menyampaikan masukan dan keluhan sebagai bagian dari evaluasi program.

Dengan jumlah siswa mencapai 162 orang, Eko menegaskan komitmen seluruh komunitas sekolah untuk terus mendukung program MBG. Ia berharap dukungan dan pendampingan dari pengelola dapat terus berlanjut, mengingat kondisi dan tantangan SD Negeri 25 yang berbeda dengan sekolah lain di wilayah perkotaan.

Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi solusi pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....