Pentingnya Ilmu Fiqih Puasa Menyambut Ramadan

  • 17 Feb 2026 14:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, pemahaman dasar mengenai fiqih puasa dinilai sangat penting agar ibadah yang dijalankan sesuai tuntunan syariat. Hal ini disampaikan Ustadz Muhammad Yusnaini, S.sy, dalam siaran keagamaan Hikmah Pagi Agama Islam, Senin, 16 Februari 2026, di RRI Pro 4 Pontianak, yang membahas persiapan menyambut Ramadan melalui kajian fiqih ringkas tentang puasa.

Dalam kesempatan tersebut tersebut, Ustadz Muhammad Yusnaini menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan ibadah yang harus dilandasi niat dan ilmu. “Puasa secara istilah adalah ibadah dengan niat tertentu dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari,” kata ustadz Yusnaini.

Ustadz Muhammad Yusnaini menekankan pentingnya mengetahui syarat sah dan syarat wajib puasa, di antaranya beragama Islam, berakal, suci dari haid dan nifas bagi perempuan, serta mengetahui waktu ditetapkannya Ramadan.

“Jika syarat-syarat ini terpenuhi, maka ibadah puasa menjadi sah dan wajib dilaksanakan,” ujar ustadz Yusnaini dalam siaran tersebut.

Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa rukun puasa hanya dua, yakni niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Menurutnya, khusus dalam mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadan harus dilakukan setiap malam. “Niat sudah boleh dilakukan sejak masuk waktu magrib, dan ini perlu dijaga agar puasa kita sah,” katanya.

Ustadz Muhammad Yusnaini juga mengingatkan adanya perbuatan yang tidak membatalkan puasa tetapi dapat menghilangkan pahalanya. “Berbohong, gibah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat bisa mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa,” tuturnya, seraya mengajak umat Islam menjaga lisan dan perilaku selama Ramadan.

Menutup kajian, Ustadz Muhammad Yusnaini mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman agama menjelang Ramadan. “Mari kita persiapkan diri dengan ilmu agar puasa yang kita jalani benar-benar menjadikan kita hamba Allah yang bertakwa," ujar ustadz Yusnaini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....