UPB Poltekkes Pontianak Perkuat Kompetensi Bahasa Mahasiswa

  • 07 Feb 2026 14:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Unit Pengembangan Bahasa (UPB) Poltekkes Kemenkes Pontianak terus berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi bahasa, khususnya bahasa Inggris, bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Melalui berbagai layanan kebahasaan, UPB diharapkan mampu menjadi pusat penguatan kemampuan bahasa yang adaptif terhadap kebutuhan global.

Kepala Unit Pengembangan Bahasa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Rezza Dewintha, Di Acara Ngobrol Prestasi dan Informasi (NGOPI), Jumat, 30 Januari 2026, mengatakan UPB telah berdiri sejak 2019 dan berada langsung di bawah koordinasi direktorat kampus. Pelayanan UPB terpusat di Kampus A Poltekkes Kemenkes Pontianak, namun menjangkau seluruh civitas akademika di empat kampus yang tersebar di Pontianak, Singkawang, dan Sintang.

“Unit Pengembangan Bahasa ini hadir untuk melayani kebutuhan bahasa, tidak hanya untuk mahasiswa, tapi juga dosen dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi bahasa asing,” ujar Rezza Dewintha di hadapan Naufal (Host).

Rezza menjelaskan, layanan UPB meliputi penerjemahan dokumen akademik, kelas pengembangan bahasa Inggris, hingga penyelenggaraan tes kemampuan bahasa seperti English Proficiency Test dan TOEFL ITP. Poltekkes Kemenkes Pontianak juga tercatat sebagai penyelenggara resmi TOEFL ITP yang bekerja sama dengan lembaga internasional.

“Banyak mahasiswa semester akhir yang membutuhkan skor TOEFL untuk kelulusan atau beasiswa. Di UPB, kami tidak hanya menyediakan tes, tapi juga pendampingan dan kelas persiapan agar peserta lebih siap,” ucap Rezza, menjelaskan.

Menurut Rezza, rendahnya skor TOEFL sering kali dipengaruhi oleh kurangnya latihan, strategi pengerjaan soal, serta kondisi psikologis peserta saat tes. Oleh karena itu, UPB memberikan pembekalan berupa simulasi tes dan strategi menjawab soal, terutama pada bagian listening, structure, dan reading.

“TOEFL itu bukan hanya soal kemampuan bahasa, tapi juga strategi dan kesiapan mental. Mood dan kondisi fisik saat tes sangat berpengaruh terhadap hasil,” kata Rezza.

Selain bahasa Inggris, UPB juga mulai mengembangkan pendampingan bahasa asing lain seperti bahasa Jepang, Arab, dan Jerman untuk mendukung mahasiswa yang akan bekerja di luar negeri. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan lulusan Poltekkes yang banyak terserap di sektor kesehatan internasional.

“Ke depan, kami ingin UPB menjadi ruang tumbuh kompetensi bahasa yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tutur Rezza. 

Baca juga : Menumbuhkan Kompetensi dalam Unit Pengembangan Bahasa

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....