Persagi Siap dukung dan Terus Kawal Program MBG

  • 28 Okt 2025 20:27 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kalimantan Barat sangat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini terus berjalan. Bahkan Persagi siap mengawal keberhasilan MBG, baik yang berkaitan dengan tata kelola maupun dengan hal-hal yang mendorong untuk kesuksesan MBG di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar).

Sejauh ini Persagi bersama ahli gizi terus mengawal dan memberikan edukasi kepada para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, termasuk di Kalbar.

"Ya jadi Persagi selalu berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada teman-teman, khususnya ahli gizi dan juga pengelola SPPG di seluruh Indonesia tentunya, sehingga Persagi mengadakan beberapa kegiatan yang sifatnya edukasi,” kata Ketua Persagi Kalbar, Didik Haryadi di Pontianak, Selasa (28/10/2025).

Menanggapi adanya beberapa hal yang berkaitan dengan keracunan makanan MBG di beberapa daerah di Indonesia, Didik menyatakan, sesungguhnya hal itu dapat diperbaiki dengan perbaikan tata kelola dan standar operasional prosedur.

"Persagi siap mengawal dalam pengawasan maupun sebagai mitra dalam program MBG," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ahli Gizi SPPG Pal Lima Tiga, Ririn Ariani mengatakan, terkait dengan perannya dalam pengawasan mulai dari persiapan pukul 22.00 WIB, proses packing tiap ompreng hingga pendistribusiannya aman sampai ke sekolah.

"Kalau saya sendiri terutama untuk ahli gizi membuat menu itu yang variatif, disukai anak-anak, tidak monoton, dan dipantau mulai dari persiapan, pengolahan sampai pendistribusian, begitu pula request anak-anak juga dipertimbangkan jika nilai gizinya masuk,” katanya.

Untuk memenuhi standar gizi yang diperlukan anak-anak, pihaknya telah membuat perencanaan menyusun nilai gizinya agar sesuai dengan peruntukannya, yaitu untuk kelas kecil 20 sampai 25 persen. Sedangkan untuk kelas besar 30 sampai 35 persen kebutuhannya.

Nasya Sofia dari PT Borneo Catering Service menyatakan MBG selalu memperhatikan ketentuan yang sudah ditetapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Selain memperhatikan kualitas bahan baku dan proses pengolahan sesuai standart dan SOP, kami juga memperhatikan menu yang disukai siswa dengan mempertimbangkan apakah memenuhi standar gizi atau tidak," ujarnya.

Sofia mengatakan, selama melayani pemenuhan menu MBG hingga sekarang tidak ada keluhan yang berarti, jikapun ada hanya sebatas keluhan biasa yang langsung dapat diatasi dan dicarikan solusi.

Baca juga: Polda Kalbar Jamin MBG Bebas Zat Berbahaya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....