SPPG Harus Konsisten Jaga Kualitas Menu MBG

  • 27 Okt 2025 13:43 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus konsisten menjaga kualitas menu makanan dalam menyiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satu di antara Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG Ani Catering misalnya dalam menyiapkan MBG selalu berinovasi dan bekerja sama dengan ahli gizi bagaimana memberikan menu-menu terbaik agar disukai anak-anak.

Bahkan selama ini SPPG Ani Catering telah mengkondisikan semua relawan menjaga kebersihan/hieginitas dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk menu setiap hari ada request, ada yang minta dimsum, mie ayam, dll, tetapi kita kembali lagi ke aturan yang ada, apakah boleh menu-menu standarisasinya masuk ndak, karena makanan bergizi ini bukan berarti makanan enak, enak belum tentu bergizi, Jadi, itu yang kami tekankan meskipun setiap hari itu ada,” kata SPPG Ani Catering, Ani Suryani di Pontianak, Senin (27/10/2025).

Ani Suryani mengaku tetap memperhatikan keluhan siswa untuk ditampung dan ditindaklanjutinya agar lebih baik lagi, terutama menu-menu yang tidak disukai siswa untuk diganti dengan menu yang disukai.

Pengamat kebijakan publik, Khairul Tamam mengakui program MBG sangat membantu siswa, terutama peserta didik dari keluarga kurang mampu yang jarang makan makanan bergizi.

“Begitu sangat antusias adik-adik itu, ada siswa yang bilang makanannya sangat enak, macam-macamlah, bahkan ada justru yang bilang dulu kami tidak pernah makan buah, tetapi sejak adanya program ini saya bisa makan buah dan lain sebagainya, banyak macam-macam cerita yang diberikan siswa melalui tulisan yang disimpan di dalam ompreng,” ujarnya.

Menurut Khairul, intinya program MBG ini manfaatnya luar biasa, yaitu selain memberikan makan bergizi gratis kepada siswa, juga memberikan pekerjaan kepada masayarakat yang membutuhkan, termasuk para sarjana yang baru lulus kuliah serta dapat memberdayakan petani lokal.

“Jadi, dapur MBG itu melibatkan petnai lokal dan ada juga yang mengambil ke petnai, hanya saja sesuai petunjuk teknis (juknis) memberikan arahan agar memberdayakan petani lokal dan UMKM,” ucapnya.

Baca juga: SPPG Pal IX Disiplin Kontrol Menu Kehigienisan MBG

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....