Gerai Tiket Online Ganggu Lalu Lintas, Satpol PP Jembrana Tindak Tegas

  • 30 Des 2024 18:16 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Jembrana: Maraknya gerai tiket penyeberangan online di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk menjadi sorotan serius. Selain mengganggu ketertiban umum, keberadaan gerai-gerai sepanjang terminal kargo hingga areal pelabuhan Gilimanuk ini juga berpotensi menimbulkan kemacetan parah, terutama saat musim liburan Natal dan Tahun Baru, seperti sekarang.

Menanggapi permasalahan tersebut, Satpol PP Kabupaten Jembrana bersama instansi terkait menggelar penertiban pada Senin (30/12/2024). Kasatpol PP Jembrana, Made Leo Agus Jaya, menyatakan bahwa tindakan tegas ini perlu dilakukan untuk menjamin kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan,

"Karena mereka juga libatkan petugas (pekerja) yang menyetop (mengarahkan) kendaraan untuk berhenti membeli tiket, sehingga berpotensi mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Itulah yang mengganggu pengguna jalan raya," kata Leo, saat dikonfirmasi RRI, Senin.

Leo mengatakan, ada sekitar 40 hingga 50 gerai yang ada di sepanjang jalur Denpasar Gilimanuk, yang sebagian besar menggunakan badan jalan, dari terminal kargo hingga areal pelabuhan Gilimanuk. Jumlah tersebut kini mulai berkembang, bahkan menjamur dengan adanya gerai-gerai tiket menggunakan kendaraan pikap yang dimodifikasi.

"Mereka tumbuh seperti jamur, apalagi tren sekarang mereka sudah pakai mobil tidak lagi seperti yang dulu. Di dalam mobil mereka buka konter, peralatan jualan lengkap dan dia bisa berpindah pindah kemana suka mereka, memakai badan jalan," ungkap Leo.

Dari hasil penertiban sebanyak 5 gerai ditertibkan, diantaranya, satu gerai tiket online yang berlokasi di sekitar area Gelung Kori Gilimanuk yang menggunakan kendaraan modifikasi serta 4 gerai lainnya di geser sehingga tidak mengganggu badan jalan.

"Kami akan terus melakukan pengawasan dan tidak segan-segan menindak tegas para pelaku pelanggaran," tegas Leo.

Menurut Leo, penertiban serta himbauan kepada para pedagang tiket online penyeberangan kapal ini sudah sering dilakukan, namun pemilik hanya patuh saat dilakukan sidak penertiban saja, setelah itu mereka kembali tidak mengindahkan himbauan.

"Kami telah berulang kali menghimbau para pedagang untuk tidak berjualan di badan jalan. Namun, mereka seringkali mengabaikan imbauan tersebut. Akibatnya, kemacetan menjadi masalah yang sulit diatasi, terutama saat musim liburan," ujar Leo.

Hal lain, lanjut Leo, mulai menjamurnya kendaraan yang dimodif untuk menjual tiket online yang juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama di jalur nasional, diharapkan menjadi atensi semua pihak terutama Satlantas Polres Jembrana.

"Penggunakan kendaraan itu kan harus ada ijin juga. Jadi kami hanya bisa mengimbau tolong bantu bersama sama dalam menjaga ketertiban lalu lintas. Kami berharap dengan adanya penertiban ini, para pengguna jalan dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan aman," pungkasnya.




Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....