JTQ Jatim Gelar Khataman dengan Murattal Tujuh Lagu
- 27 Des 2024 19:53 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Jam’iyuah Tilawatil Qur’an (JTQ) Jawa Timur akan menggelar Tasyakuran Akbar Khataman Al-Qur’an berbagai riwayat, Sabtu (28/12/2024). Acara ini juga menjadi momen peluncuran metode membaca Al-Qur’an berbasis buku Kembali ke Al-Baghdadi Menuju Murattal Tujuh Lagu.
Ketua JTQ Jatim sekaligus Pembina Program Murattal Tujuh Lagu (PMTL), Choirul Anam Djabar, mengungkapkan pentingnya metode ini. “Metode lama seperti Al-Baghdadi atau Turutan mulai terlupakan akibat munculnya banyak metode baru,” jelasnya, Jumat (27/12/2024).
Buku ini, lanjutnya, merupakan kombinasi dari metode klasik Al-Baghdadi dan sumber lain yang dirancang menjadi 18 pelajaran. Peserta yang menyelesaikan pelajaran ini diharapkan mampu menghafal surat-surat pendek dan Surat Yasin, yang akrab digunakan masyarakat.

Sementara Dalam tasyakuran tersebut, delapan peserta akan menyelesaikan khataman Al-Qur’an dari berbagai riwayat. Di antaranya Sugiyono, Suwito, Rifa’i, dan Nor Azizah yang menggunakan riwayat Warsy Imam Nafi’.
“Para peserta menyetorkan bacaan 30 juz secara langsung maupun daring, melalui Voice Note, Google Meet, dan lainnya,” ungkap Anam.
Proses pembelajaran mencakup tahap membaca surat-surat pendek seperti Al-Fatihah hingga Adh-Dhuha. Selanjutnya, peserta mempelajari tujuh lagu Al-Qur’an seperti Bayyati, Hijaz, dan Sika. Setiap lagu memiliki referensi khusus, seperti Bayyati dengan Surat Al-Buruj dan Hijaz dengan Surat Al-Fajr.
Setelah memahami lagu-lagu tersebut, peserta diarahkan mempelajari riwayat selain Hafsh, seperti Syu’bah, Qalun, dan Warsy. “Kami juga mengajarkan kitab tajwid seperti Tuhfatul Athfal, Jazariyah, hingga Asy-Syatibiyah,” tambah Anam.
Acara akan berlangsung di Masjid Hidayatullah, Jalan Raya Kandangan No. 21 Surabaya, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Choirul Anam berharap kegiatan ini menjadi langkah untuk melestarikan metode klasik sambil memperkenalkan inovasi baru dalam membaca Al-Qur’an.
“Semoga masyarakat kembali menghargai metode tradisional sambil memahami beragam riwayat dalam Al-Qur’an,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....