Inilah Alasan FIFA Izinkan Timnas Argentina Gunakan Jersey Away, Keberuntungan?
- 16 Jul 2026 06:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Argentina memilih mengenakan jersey biru tua saat menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 setelah AFA mendapat persetujuan FIFA, meski masih bisa memakai seragam kandang.
- Jersey biru tua memiliki nilai sejarah bagi Argentina karena mengingatkan pada kemenangan ikonik atas Inggris di Piala Dunia 1986 bersama Diego Maradona.
- Thomas Tuchel memahami keputusan Argentina tersebut sebagai bagian dari tradisi, sementara Lionel Scaloni menegaskan penggunaan jersey itu bukan karena faktor takhayul.
RRI.CO.ID, Jakarta - Argentina membuat kejutan saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis, 16 Juli 2026. Kejutan lainnya, Lionel Messi dan kawan-kawan memilih memakai jersey biru tua, bukan seragam kandang kebanggaan mereka.
Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian karena Argentina sebenarnya masih berhak menggunakan jersey bergaris putih-biru langit. Namun, AFA mengajukan permintaan khusus kepada FIFA untuk memakai seragam tandang.
FIFA kemudian menyetujui permohonan Argentina tersebut sebelum pertandingan semifinal berlangsung di Amerika Serikat. Pilihan jersey itu memunculkan berbagai cerita tentang sejarah panjang Argentina melawan Inggris.
Bagi pendukung Argentina, jersey biru tua bukan hanya sekadar seragam alternatif dalam pertandingan. Warna tersebut memiliki kenangan khusus saat menghadapi rival lama di panggung Piala Dunia.
Salah satu momen paling terkenal terjadi pada Piala Dunia 1986 di Meksiko ketika Argentina bertemu Inggris. Diego Maradona menjadi pahlawan setelah membawa Argentina menang 2-1 melalui dua gol bersejarah.
Pada pertandingan itu, Maradona mencetak gol kontroversial yang dikenal sebagai "Tangan Tuhan" ke gawang Inggris. Tidak lama berselang, ia kembali menciptakan gol spektakuler yang disebut sebagai Goal of the Century.
Jersey biru tua kembali dipakai Argentina saat melawan Inggris pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Pertandingan tersebut berakhir imbang 2-2 sebelum Argentina menang lewat drama adu penalti.
Catatan tersebut membuat jersey biru tua dianggap memiliki nilai keberuntungan bagi Argentina saat menghadapi Inggris. Warna itu juga menjadi simbol perjuangan dan kenangan besar sepak bola Argentina.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel memahami keputusan Argentina memilih jersey biru tua pada laga semifinal. Menurutnya, tradisi atau kepercayaan tertentu dapat membantu pemain merasa lebih percaya diri.
Tuchel menilai kebiasaan tersebut merupakan hal normal dalam dunia sepak bola profesional. Para pemain dan pelatih sering memiliki cara tersendiri untuk menjaga fokus menghadapi tekanan besar.
Sementara itu, Lionel Scaloni membantah penggunaan jersey biru tua berkaitan dengan takhayul tertentu. Pelatih Argentina tersebut mengaku bukan pihak yang mengajukan permintaan kepada FIFA.
Scaloni juga menyebut dirinya belum mengetahui alasan pasti di balik keputusan tersebut. Namun, jersey biru tua tetap menjadi bagian penting dari sejarah Argentina ketika bertemu Inggris di Piala Dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....