Pickford Optimistis Inggris Mampu Lewati Ancaman Argentina
- 15 Jul 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 dengan target menembus partai final untuk pertama kalinya sejak 1966.
- Kiper Jordan Pickford menilai Inggris memiliki mentalitas dan kedisiplinan yang cukup untuk menghadapi laga berintensitas tinggi tanpa terpancing emosi.
- Pelatih Thomas Tuchel mengakui performa Inggris masih perlu diperbaiki, terutama dalam aspek teknis, pengambilan keputusan, dan ritme permainan jelang menghadapi Argentina.
RR.CO.ID, Jakarta - Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, di Atlanta, Amerika Serikat, Kamis, 16 Juni 2026. Pertandingan tersebut menjadi peluang besar bagi The Three Lions untuk melangkah menuju final Piala Dunia setelah penantian panjang.
Laga di Mercedes-Benz Stadium juga menghadirkan pertemuan pertama Inggris dan Argentina pada fase gugur sejak Piala Dunia 1998. Pertemuan sebelumnya dikenang karena kartu merah David Beckham yang memengaruhi jalannya pertandingan saat itu.
Kiper Inggris Jordan Pickford menilai timnya memiliki pengalaman menghadapi pertandingan besar dengan sikap yang lebih tenang. Menurutnya, seluruh pemain berkomitmen menjaga fokus tanpa terpancing emosi sepanjang turnamen yang sedang berlangsung.
"Saya kira sepanjang turnamen kami menunjukkan keinginan memenangkan setiap duel tanpa harus terlibat perkelahian atau tindakan berlebihan. Kami tetap menghormati permainan dan membiarkan sepak bola berbicara di lapangan," kata Pickford dalam keterangan resminya, Rabu, 15 Juli 2025.
Pickford mengatakan skuad Inggris selalu berusaha bangkit ketika keputusan pertandingan tidak berjalan sesuai harapan mereka di lapangan. Ia menilai sikap tersebut menjadi modal penting menghadapi laga penuh tekanan melawan Argentina pada babak semifinal nanti.
Menurutnya, para pemain mampu menjaga konsentrasi meski pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal hingga akhir pertandingan. Inggris juga dinilai berhasil menjaga disiplin sehingga tidak kehilangan pemain akibat pelanggaran yang tidak diperlukan.
"Selain kartu merah yang diterima Jarell Quansah, kami tidak mengalami hukuman lain selama turnamen berlangsung sejauh ini. Hal itu menunjukkan mentalitas kami tetap kuat, fokus, dan selalu bermain sebagai satu kesatuan," ujarnya.
Inggris kini mengusung ambisi mengakhiri penantian panjang menuju partai final yang terakhir dirasakan pada edisi Piala Dunia 1966. Kemenangan atas Argentina akan membawa skuad asuhan Thomas Tuchel selangkah lebih dekat menuju perebutan gelar juara dunia.
Semifinal nanti diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memiliki sejarah panjang serta kualitas pemain bertabur bintang. Inggris berharap ketenangan, disiplin, dan pengalaman menjadi pembeda untuk mengamankan tiket menuju partai final Piala Dunia.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memprediksi bahwa timnya akan dipaksa untuk melakukan yang terbaik saat menghadapi Argentina. Hal ini merupakan dampak dari kehadiran Lionel Messi.
"Kami melakukan terlalu banyak kesalahan teknis di pertandingan terakhir yang menghambat kami untuk menemukan ritme permainan. Kami terburu-buru dalam pengambilan keputusan, kurang sabar atau disiplin, dan itu merusak ritme permainan kami," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....