FIFA Bantah Tuduhan Atur Kemenangan Argentina atas Mesir
- 10 Jul 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan seluruh keputusan wasit Francois Letexier pada laga Argentina melawan Mesir telah sesuai aturan dan melalui pemeriksaan VAR.
- Collina membantah tudingan adanya pengaturan pertandingan untuk menguntungkan Argentina serta menegaskan seluruh keputusan diambil berdasarkan integritas, profesionalisme, dan ketentuan pertandingan.
- Profesor Simon Chadwick menilai kontroversi penangguhan kartu merah Folarin Balogun telah menggerus kepercayaan publik terhadap FIFA serta memperkuat anggapan bahwa politik semakin memengaruhi sepak bola internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan keputusan wasit pada laga Argentina melawan Mesir telah sesuai aturan. Ia memastikan seluruh keputusan yang diambil wasit Francois Letexier telah melalui prosedur pertandingan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perdebatan pertandingan tersebut mencuat setelah gol kedua Mesir dianulir dan dua permintaan penalti tidak dikabulkan wasit. Namun, ia menilai seluruh keputusan di lapangan telah didasarkan pada penilaian objektif dan aturan permainan sepak bola.
"Secara keseluruhan kami merasa puas terhadap kinerja perangkat pertandingan selama turnamen meskipun terdapat beberapa evaluasi penting. Ketika muncul kekurangan dalam pertandingan, kami melakukan evaluasi agar para wasit tampil lebih baik pada laga berikutnya," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia juga membantah tudingan pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengenai dugaan FIFA mengatur hasil pertandingan demi menguntungkan Argentina. Ia menegaskan setiap keputusan pertandingan selalu berlandaskan integritas, profesionalisme, serta mekanisme pengawasan yang berlaku selama turnamen.
Menurutnya, seluruh momen penting, termasuk gol maupun dugaan pelanggaran, telah melalui pemeriksaan menyeluruh menggunakan teknologi VAR. Ia mengatakan proses tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan tetap akurat, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh peserta.
"Diskusi mengenai keputusan pertandingan merupakan hal wajar dalam sepak bola, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak dapat diterima. Tidak seorang pun berhak mempertanyakan integritas seluruh ofisial pertandingan yang bertugas pada ajang Piala Dunia FIFA," ucapnya.
Meski demikian, kepercayaan publik terhadap FIFA kembali menjadi sorotan setelah polemik penangguhan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Kontroversi tersebut memicu perdebatan luas di media sosial mengenai konsistensi FIFA dalam menerapkan aturan disiplin pertandingan.
Profesor Olahraga Afro-Eurasian, Simon Chadwick menilai polemik tersebut turut memengaruhi kepercayaan publik terhadap berbagai keputusan FIFA. Ia menyebut kontroversi sebelumnya membuat sebagian kalangan mempertanyakan legitimasi keputusan yang diambil sepanjang penyelenggaraan turnamen.
"Setelah kontroversi Balogun, banyak pihak mempertanyakan keputusan mana yang benar-benar dapat dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan sepak bola. Pertanyaan mengenai legitimasi keputusan FIFA akan terus muncul apabila polemik serupa kembali terjadi pada masa mendatang," ujarnya.
Ia juga menilai batas antara politik dan olahraga semakin sulit dipisahkan dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola internasional. Ia menyinggung hubungan politik Presiden Argentina Javier Milei dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai perhatian publik.
"Jika pemerintahan Donald Trump terus mengintervensi penyelenggaraan turnamen, hubungan politik tersebut akan semakin menjadi sorotan internasional. Kedekatan Javier Milei dengan Donald Trump berpotensi memunculkan persepsi politik dalam berbagai dinamika Piala Dunia," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....