Thomas Tuchel Soroti Keputusan FIFA Tangguhkan Sanksi Balogun

  • 07 Jul 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Thomas Tuchel mempertanyakan keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi kartu merah Folarin Balogun.
  • Tuchel meminta FIFA menjelaskan dasar perubahan keputusan yang sebelumnya telah diputuskan melalui VAR.
  • Pelatih Inggris itu juga berkelakar Harry Kane bisa meminta bantuan Donald Trump terkait kartu merah Jarell Quansah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel mempertanyakan keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Menurutnya, keputusan itu menimbulkan pertanyaan soal konsistensi penerapan aturan selama Piala Dunia 2026.

Balogun tetap diizinkan tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar. FIFA menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan dengan menerapkan Pasal 27 dalam Kode Disiplin.

Tuchel mengaku sejak awal tidak sepenuhnya sepakat dengan kartu merah yang diterima Balogun. Namun, ia menilai keputusan wasit seharusnya tetap dihormati setelah melalui pemeriksaan VAR.

"Menurut saya itu bukan kartu merah. Tetapi VAR sudah memeriksanya dan wasit sudah mengambil keputusan," kata Tuchel, di Azteca Stadium, Minggu, 5 Juli 2026, waktu setempat.

Ia mempertanyakan siapa yang berwenang mengubah keputusan tersebut setelah pertandingan berakhir. Tuchel juga ingin mengetahui dasar yang digunakan FIFA hingga akhirnya menangguhkan sanksi Balogun.

"Siapa yang membatalkan keputusan itu, kapan dilakukan, dan berdasarkan apa? Bagi saya situasi ini terasa aneh," ujarnya.

Menurut Tuchel, setiap tim hanya menginginkan aturan yang diterapkan secara konsisten. Ia khawatir keputusan itu akan memunculkan perdebatan baru terhadap insiden serupa di pertandingan lain.

Pelatih asal Jerman itu kemudian menyinggung kartu kuning Declan Rice bersama Inggris. Ia juga menyebut kartu kuning Michael Olise saat membela Prancis sebagai contoh lain.

"Kalau begitu, apakah kartu kuning Declan Rice atau Michael Olise juga bisa dibatalkan? Di mana batasnya?" ucapnya.

Tuchel mengaku tidak mengetahui secara rinci aturan yang digunakan FIFA. Ia memilih menunggu penjelasan resmi mengenai keputusan tersebut.

Pelatih berusia 52 tahun itu juga menanggapi kabar Donald Trump yang memuji Harry Kane usai Inggris mengalahkan Meksiko. Saat ditanya apakah Kane bisa meminta bantuan Trump membatalkan kartu merah Jarell Quansah, Tuchel menjawab sambil bercanda.

"Mungkin saja. Itu bisa menjadi awal yang bagus," katanya sambil tersenyum.

Meski berkelakar, Tuchel kembali menegaskan inti persoalan bukan hanya kasus Balogun. Ia berharap FIFA dapat menjelaskan batasan dalam mengubah keputusan disiplin selama turnamen berlangsung.

"Di mana semuanya dimulai dan di mana batas akhirnya? Itulah pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya," ujar Tuchel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....