Peragakan Gestur Anti-Rasisme, Hossam Hassan Kena Kartu Kuning dari Wasit
- 08 Jul 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelatih Mesir Hossam Hassan melakukan gestur 'X' resmi FIFA untuk melaporkan dugaan diskriminasi setelah wasit Francois Letexier mengesahkan gol ketiga Argentina.
- VAR membatalkan gol Mostafa Ziko yang dianggap Mesir tidak seharusnya dibatalkan, menjadi titik awal kemarahan Mesir.
- Wasit Francois Letexier tidak menindaklanjuti isyarat protes resmi Hassan dan malah memberikan kartu kuning.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pelatih Mesir, Hossam Hassan, meluapkan protes pada laga Argentina vs Mesir, Rabu, 8 Juli, dini hari WIB. Hassan menyilangkan kedua tangan membentuk huruf "X" di hadapan wasit Francois Letexier sebagai bentuk laporan resmi dugaan diskriminasi.
Hossam Hassan membuat gestur tersebut setelah wasit mengesahkan gol ketiga Argentina. Bentuk protes tersebut juga merupakan akumulasi dari kekesalan Mesir terhadap keputusan Letexier yang dianggap terus merugikan sisi mereka.
Isyarat "X" merupakan prosedur resmi FIFA untuk melaporkan dugaan tindakan rasisme selama pertandingan. Wasit seharusnya menghentikan laga dan menjalankan tahapan penanganan sesuai protokol FIFA.

Namun, Letexier tidak menindaklanjuti isyarat tersebut selama pertandingan berlangsung. Hassan justru menerima kartu kuning saat menyampaikan protes kepada wasit asal Prancis itu.
Situasi semakin memanas ketika salah satu staf pelatih Mesir menerima kartu merah pada masa tambahan waktu. Bangku cadangan Mesir pun dipenuhi protes terhadap kepemimpinan sang wasit sepanjang pertandingan.
Kemarahan Mesir bermula setelah VAR membatalkan gol Mostafa Ziko yang sempat menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Letexier menilai terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martínez sekitar 20 detik sebelum gol.
Ziko akhirnya membalas dengan kembali mencetak gol, tetapi momentum Mesir terlanjur berubah setelah keputusan kontroversial tersebut. Argentina kemudian bangkit melalui Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández untuk menang 3-2.
Pakar sepak bola Mesir, Ahmad Youssef, mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR dalam pertandingan itu. Ia mengatakan bahwa keputusan VAR saat ini tidak konsisten dalam meninjau pelanggaran yang sudah berlalu.
Youssef juga mempertanyakan apakah keputusan serupa akan berlaku jika situasinya melibatkan Argentina. Menurutnya, "Standar ganda itulah yang membuat banyak orang marah," ujarnya kepada BBC Radio, dikutip dari Chosun.
Kemarahan juga membanjiri media sosial setelah Mesir gagal melaju ke perempat final. Banyak warganet yang mengatakan Mesir lebih berhak untuk menang, hingga anggapan bahwa pertandingan "sudah diatur".
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....