Belgia Murka Balogun Tampil, Rudi Garcia Sindir FIFA: 'Saya Kira Hari Ini April Mop'

  • 06 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Timnas Belgia melayangkan, protes keras terhadap keputusan FIFA yang mengizinkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun tampil di Piala Dunia 2026.
  • Tepatnya, FIFA mengizinkan Balogun tampil pada laga babak perempat final Piala Dunia 2026.
  • Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sebenarnya adalah tanggal 1 April. Itu adalah Hari April Mop

RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Belgia melayangkan, protes keras terhadap keputusan FIFA yang mengizinkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun tampil di Piala Dunia 2026. Tepatnya, FIFA mengizinkan Balogun tampil pada laga babak perempat final Piala Dunia 2026.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia menyatakan, Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) tengah mempelajari berbagai opsi untuk menggugat keputusan FIFA tersebut. Keputusan FIFA yang dinilai menguntungkan Timnas AS itu, disindirnya seperti momen lelucon 'April Mop'.

"Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sebenarnya adalah tanggal 1 April. Itu adalah Hari April Mop," kata Garcia dalam konferensi pers jelang laga Belgia vs Amerika Serikat, Senin, 6 Juli 2026.

Pelatih asal Prancis itu menegaskan, keberatan Belgia bukan semata-mata demi keuntungan timnya. Ia menilai, persoalan tersebut menyangkut konsistensi penerapan aturan dan perlindungan terhadap prinsip 'fair play'.

"Kami tidak membela tim nasional atau federasi. Kami membela sepak bola," ucap Garcia.

Sementara itu, RBFA juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mempertanyakan dasar keputusan FIFA. RBFA menilai, Balogun seharusnya tetap menjalani sanksi larangan bermain pada pertandingan berikutnya setelah menerima kartu merah.

RBFA menjelaskan, FIFA merujuk pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memberi kewenangan kepada Komite Disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi tertentu. Menurut Belgia, ketentuan tersebut bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA.

Yakni, pasal itu secara tegas menyebut kartu merah otomatis berujung skorsing pada laga berikutnya. Selain itu, Belgia juga mengutip Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026.

Pasal itu, menegaskan pemain atau ofisial yang menerima kartu merah, baik langsung maupun akibat akumulasi kartu kuning, wajib menjalani larangan tampil. Yakni, larangan tampil pada pertandingan selanjutnya.

RBFA menambahkan, aturan tersebut juga telah ditegaskan dalam Surat Edaran Piala Dunia FIFA 2026 Nomor 16. Hal itu, dibagikan kepada seluruh federasi peserta sebelum turnamen berlangsung.

Oleh karenany, RBFA memastikan akan mengevaluasi seluruh langkah hukum yang dapat ditempuh. "Untuk menjamin hak-hak semua tim peserta dan melindungi prinsip-prinsip fair play, RBFA sedang menyelidiki semua opsi yang mungkin," tulis pernyataan resmi federasi sepak bola Belgia itu.

Sementara, Kiper Belgia, Thibaut Courtois, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap waktu pengambilan keputusan FIFA. Meski demikian, penjaga gawang Real Madrid itu memastikan timnya tetap fokus menghadapi pertandingan.

"Seandainya keputusan ini diambil lebih awal, mungkin kami bisa lebih siap secara mental. Tapi kami akan siap, mereka punya 11 pemain, bukan hanya Balogun," kata Courtois.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....