Iran - Mesir Minta FIFA Hentikan Aktivitas Bertema LGBTQ+ pada Laga Piala Dunia 2026
- 26 Jun 2026 04:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Federasi sepak bola Iran dan Mesir meminta FIFA menghentikan promosi LGBTQ+ pada laga Grup G.
- FIFA menyatakan kegiatan Pride merupakan inisiatif panitia lokal Seattle, bukan program resmi.
- Panitia Seattle menegaskan perayaan Pride tetap berlangsung sesuai rencana yang telah disusun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Federasi sepak bola Iran dan Mesir meminta FIFA menghentikan promosi komunitas LGBTQ+ pada pertandingan Grup G. Kedua federasi juga meminta penggunaan simbol pelangi tidak ditampilkan selama rangkaian kegiatan pertandingan.
Permintaan tersebut berkaitan dengan laga Iran melawan Mesir di Seattle, Amerika Serikat. Pertandingan itu berstatus penentu Grup G yang juga dihuni Belgia dan Selandia Baru.
Panitia lokal Seattle sebelumnya menetapkan pertandingan tersebut sebagai “Match of the Pride” tahunan. Penetapan itu bertepatan dengan rangkaian perayaan Pride Weekend yang berlangsung setiap tahun.
Sejumlah media internasional melaporkan kedua federasi menyampaikan keberatan resmi kepada FIFA. Kedua pihak meminta pertandingan tidak dikaitkan kampanye maupun simbol pendukung komunitas LGBTQ+.
FIFA sendiri menyatakan kegiatan bertema Pride merupakan inisiatif panitia tuan rumah Seattle semata. Badan sepak bola dunia itu juga memperbolehkan simbol pelangi sesuai ketentuan berlaku.
Panitia lokal Seattle menegaskan perayaan Pride tetap berjalan sesuai rencana sebelumnya. Panitia menyebut agenda tersebut telah dipersiapkan sejak lama sebagai tradisi tahunan kota.
Federasi Sepak Bola Mesir atau Egyptian Football Association (EFA) menyampaikan pandangannya kepada FIFA. Informasi tersebut dilaporkan sejumlah media internasional pada Jumat, 26 Juni 2026.
"Kami meminta FIFA menjamin pertandingan berlangsung dalam suasana yang hanya berfokus pada olahraga dan bebas dari tampilan yang bertentangan dengan keyakinan negara-negara peserta," kata EFA seperti dikutip dari laman The Guardian, Jumat, 26 Juni 2026.
EFA juga menilai kegiatan tersebut bertentangan dengan nilai budaya dan sosial kawasan. Penilaian itu terutama merujuk masyarakat Arab dan Islam di wilayah tersebut.
"Kegiatan tersebut secara langsung bertentangan dengan nilai-nilai budaya, agama, dan sosial di kawasan. Khususnya masyarakat Arab dan Islam," kata EFA.
Federasi Sepak Bola Iran juga menyampaikan keberatan melalui juru bicara federasinya. Pihak federasi meminta tidak ada promosi terkait gerakan tersebut selama pertandingan.
"Posisi kami adalah tidak boleh ada upacara atau kegiatan promosi yang terkait dengan gerakan ini di dalam stadion maupun sebagai bagian dari lingkungan pertandingan," ujar juru bicara federasi Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....