FIFA Usulkan Perubahan Aturan Adu Penalti jelang Fase Gugur Piala Dunia 2026
- 25 Jun 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FIFA mengusulkan perubahan aturan adu penalti dengan mengurangi mekanisme undian koin sebelum tendangan penalti dimulai.
- Usulan tersebut memberi hak kepada satu kapten tim untuk memilih giliran menendang atau sisi gawang, bukan keduanya.
- Aturan baru berpotensi diterapkan mulai fase gugur Piala Dunia 2026 jika mendapat persetujuan dari IFAB.
RRI.CO.ID, Jakarta - FIFA dikabarkan tengah menyiapkan perubahan penting terhadap aturan adu penalti menjelang dimulainya fase gugur Piala Dunia 2026. Jika disetujui, regulasi baru tersebut berpotensi mengubah prosedur yang selama ini digunakan dalam pertandingan sepak bola.
Babak gugur Piala Dunia 2026 akan mulai bergulir pada 29 Juni mendatang dengan sejumlah pertandingan penting. Karena itu, keputusan terkait usulan perubahan aturan perlu segera ditetapkan sebelum fase gugur resmi dimulai.
Perubahan tersebut menjadi perhatian karena adu penalti sering menentukan hasil pertandingan pada kompetisi sepak bola dunia. Pada Piala Dunia 2022, Argentina memastikan gelar juara setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti final.
Tim Tango juga menjalani adu penalti saat menyingkirkan Belanda pada babak perempat final turnamen tersebut. Kondisi itu menunjukkan pentingnya peran adu penalti dalam menentukan perjalanan sebuah tim menuju gelar juara.
FIFA telah mengajukan proposal kepada International Football Association Board atau IFAB terkait aturan. Usulan tersebut berfokus pada perubahan mekanisme lempar koin sebelum pelaksanaan adu penalti dalam pertandingan resmi.
Saat ini terdapat dua kali lempar koin sebelum babak adu penalti berlangsung dalam sebuah pertandingan sepak bola. Lemparan pertama menentukan gawang, sedangkan lemparan kedua menentukan tim yang berhak menendang lebih dahulu.
"FIFA ingin menyederhanakan prosedur tersebut dengan menghapus satu dari dua lemparan koin yang berlaku. Jika proposal disetujui, hanya akan ada satu kali lempar koin sebelum adu penalti dimulai," tulis FIFA dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Kamis, 25 Juli 2026.
Tim yang memenangkan undian nantinya dapat menentukan giliran menendang atau memilih sisi gawang yang digunakan. Dengan demikian, satu hasil undian akan menentukan dua aspek penting sebelum adu penalti berlangsung.
FIFA menilai perubahan tersebut dapat membuat proses persiapan adu penalti menjadi lebih praktis dan efisien. Langkah itu juga dinilai tidak akan mengurangi unsur kompetitif yang selama ini menjadi bagian pertandingan.
Sementara itu, mekanisme pelaksanaan adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang tidak mengalami perubahan apa pun. Kedua tim tetap memperoleh lima kesempatan tendangan untuk menentukan pemenang pada pertandingan yang berlangsung.
Apabila kedudukan masih sama setelah lima penendang pertama menyelesaikan tugas masing-masing selama pertandingan berlangsung. Laga akan berlanjut ke fase sudden death hingga salah satu tim berhasil unggul atas lawannya.
"Tim yang menendang lebih dahulu kerap dianggap memiliki tekanan berbeda dibandingkan tim yang menendang belakangan. Sementara pemilihan sisi gawang juga dapat dipengaruhi kondisi lapangan maupun dukungan suporter yang hadir," ucapnya.
Kini perhatian publik sepak bola tertuju pada keputusan IFAB terkait usulan perubahan aturan tersebut. Jika mendapat persetujuan, regulasi baru berpotensi diterapkan saat fase gugur Piala Dunia 2026 mulai bergulir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....