DPRD Riau Minta Pengawasan Distribusi Solar Bersubsidi Diperketat
- 01 Okt 2026 10:43 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Anggota Komisi IV DPRD Riau, Muhtarom, menyoroti panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi akibat keterbatasan ketersediaan BBM bersubsidi jenis solar.
Menurut Muhtarom, kondisi tersebut menjadi keluhan masyarakat yang membutuhkan kepastian terkait distribusi BBM subsidi. Ia meminta pihak terkait segera mengambil langkah agar penyaluran BBM berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat. “Kami juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait persoalan ini,” ujar Muhtarom, Rabu 30 September 2026.
Ia menilai pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi perlu diperkuat. Aparat dan instansi terkait diminta melakukan pemantauan serta mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran dalam proses penyaluran.
Muhtarom menyebut antrean panjang di SPBU dapat dikurangi apabila pasokan BBM tersedia sesuai kebutuhan dan pembagian kuota dilakukan secara tepat. “Kalau barangnya cukup dan dibagi sesuai dengan jatah masing-masing SPBU, seharusnya tidak terjadi antrean panjang,” katanya.
Ia mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi antrean kendaraan di lapangan. Beberapa masyarakat bahkan harus menunggu berjam-jam, namun tidak memperoleh BBM karena persediaan di SPBU telah habis. “Orang sudah antre berjam-jam, ternyata minyaknya sudah habis. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” ucapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Muhtarom meminta sistem pengawasan stok BBM di setiap SPBU diperbaiki. Pihak pengelola dan instansi terkait harus memiliki data yang jelas mengenai jumlah pasokan yang masuk, volume penyaluran, serta perkiraan waktu persediaan akan habis.
Dengan informasi yang lebih transparan, masyarakat dapat mengetahui kondisi stok BBM dan menghindari antrean panjang ketika persediaan sudah tidak tersedia.
“Kontrolnya harus diperkuat. SPBU dan pihak terkait harus tahu berapa kuota yang masuk dan berapa yang sudah keluar. Jangan sampai masyarakat dibiarkan antre panjang, tetapi akhirnya BBM habis,” kata Muhtarom.
Ia menambahkan, ketersediaan BBM bersubsidi merupakan persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas. Karena itu, pemerintah dan pihak terkait diminta memberikan perhatian serius terhadap kelancaran distribusi serta ketersediaan BBM subsidi.
“Saya berharap persoalan ini benar-benar menjadi perhatian. Ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....