APBD Perubahan Riau 2026 Sebesar Rp8,378 Triliun, Plt Gubernur Tekankan Efisiensi

  • 28 Sep 2026 16:24 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Roda pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Riau dipastikan akan terus berjalan dengan amunisi baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Senin 28 September 2026. Rapat tersebut beragendakan Penyampaian Laporan Hasil Kerja Badan Anggaran (Banggar), Persetujuan Dewan, sekaligus mendengarkan Pendapat Akhir Gubernur.

Dalam laporannya, Juru Bicara Banggar DPRD Provinsi Riau, Edi Basri, menyampaikan bahwa angka final ini didapat setelah melalui serangkaian pembahasan yang intensif dan komprehensif antara pihak legislatif dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau.

"Setelah melalui proses pembahasan yang matang, disepakati bahwa Perubahan APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sejumlah Rp8,378 triliun," tegas Edi Basri di hadapan seluruh peserta Rapat Paripurna.

Angka Rp8,378 triliun ini sejatinya mengalami peningkatan dibandingkan proyeksi sebelumnya. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam sambutannya merespons positif pengesahan tersebut dan menyoroti adanya tambahan anggaran sebesar Rp56 miliar. Tambahan inilah yang menggenapkan total APBD Perubahan menjadi angka Rp8,378 triliun.

Menanggapi pengesahan tersebut, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyoroti adanya penambahan anggaran dan menegaskan komitmen pemerintah untuk menggenjot penerimaan daerah serta mengefisienkan belanja.

"Jadi catatannya, memang kita diupayakan diminta untuk meningkatkan pendapatan. Yaitu memang sama-sama dengan kita membentuk tim opat pendapatan yaitu salah satunya ya. Yang kedua menggunakan efek anggaran seefisien mungkin tepat semuanya. Dan ketiganya memang di sini ada kenaikan 56 miliar dari tahun satu ya. Jadi 8,3 sekian," jelas SF Hariyanto.

Agar APBD ini sehat dan dapat direalisasikan sepenuhnya, SF Hariyanto memaparkan dua langkah strategis yang sangat mudah dipahami sebagai fokus utama pemerintah ke depan:

1. Membentuk Tim Khusus untuk Mendongkrak

Pendapatan karena jumlah anggaran belanja meningkat, pemerintah daerah dituntut untuk memutar otak agar pendapatan daerah juga ikut naik. SF Hariyanto menegaskan bahwa Pemprov Riau akan segera membentuk "Tim Opat Pendapatan" (Tim Optimalisasi Pendapatan). Tim ini bertugas menggali setiap potensi penerimaan daerah yang selama ini belum maksimal, sehingga Riau memiliki cukup dana untuk membiayai seluruh program pembangunan yang telah direncanakan.

2. Belanja yang Super Efisien dan Tepat Sasaran

Mendapatkan uang yang banyak tidak akan ada artinya jika dihamburkan begitu saja. Oleh karena itu, poin kedua yang ditekankan oleh SF Hariyanto adalah efisiensi. Seluruh dinas dan instansi di lingkungan Pemprov Riau diwajibkan untuk menggunakan anggaran seefisien mungkin. Setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas daerah harus dipastikan mengalir pada program-program yang benar-benar bermanfaat, tepat sasaran, dan langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat Riau.

Dengan disahkannya APBD Perubahan 2026 ini, diharapkan seluruh program pembangunan, perbaikan infrastruktur, hingga pelayanan masyarakat di Provinsi Riau dapat berjalan lebih cepat dan terukur di sisa waktu tahun anggaran berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....