Bukan Cuma Sekolah, Densus 88 Riau Sebut Orang Tua Kunci Utama Tangkal Ekstremisme

  • 28 Sep 2026 16:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menangkal penyebaran paham ekstremisme ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Riau Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Sunadi, menyadari bahwa edukasi pencegahan radikalisme tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada pihak sekolah.

Dalam perjalanannya mengedukasi masyarakat, Kombes Sunadi mengungkapkan bahwa Densus 88 Riau telah menggandeng berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA).

Bahkan, kolaborasi ini telah membuahkan langkah nyata. Pemerintah Provinsi Riau saat ini telah menyusun Rencana Aksi Daerah untuk menanggulangi ekstremisme, sekaligus merancang Peraturan Daerah (Perda) khusus yang melibatkan masukan dari para ahli psikologi dan kriminologi.

"Ternyata tidak semudah itulah memahami dan kita melakukan sosialisasi," ungkap Sunadi pada Senin 28 September 2026.

Ia menjelaskan, tim Densus 88 Riau sebelumnya sudah turun langsung memberikan sosialisasi dan edukasi ke hampir 130 sekolah yang tersebar di Pekanbaru, Siak, dan beberapa daerah lainnya. Namun, dari evaluasi di lapangan, muncul sebuah kesimpulan penting: sekolah tidak bisa berjuang sendirian.

Kombes Sunadi menilai, menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pencegahan ekstremisme kepada institusi pendidikan dinilai kurang efektif karena beban sekolah yang sudah sangat dominan pada urusan administrasi akademik.

Oleh karena itu, Densus 88 Riau kini mengubah arah strateginya dengan menjadikan keluarga dan lingkungan masyarakat sebagai sasaran utama edukasi. Menurutnya, hal ini sangat selaras dengan pandangan ahli, salah satunya Prof. Sigit, yang menekankan bahwa benteng pertahanan pertama dari paham radikal ada di dalam rumah.

"Kita baru ubah, tidak hanya kepada sekolahan, kami juga membuat (sosialisasi) kepada lingkungan di rumah. Peran orang tua dan peran lingkungan masyarakat itu sangat penting. Tidak bisa diserahkan kepada sekolah, karena sekolah lebih dominan kepada administrasi," tegas Sunadi.

Dengan strategi baru ini, Densus 88 Riau berharap masyarakat luas dan para orang tua bisa lebih peka serta mengambil peran aktif dalam menjaga keluarga dari ancaman ideologi ekstrem, menjadikan rumah sebagai ruang yang aman dan penuh toleransi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....