Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 7,39 Persen, Perputaran Uang Terus Bergerak

  • 21 Sep 2026 13:58 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru tercatat mencapai 7,39 persen. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas perekonomian di ibu kota Provinsi Riau masih mengalami pergerakan yang cukup kuat.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Minggu 20 September 2026, menjelaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta menunjukkan kondisi ekonomi yang dirasakan seluruh masyarakat. Di tengah pertumbuhan tersebut, masih ada warga yang menghadapi kesulitan ekonomi, sementara sebagian lainnya memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.

"Memang ada yang susah, ada juga yang punya uang. Ada yang sukses di lapangan usaha tertentu. Namun, yang digambarkan adalah perputaran ekonominya," kata Agung.

Menurutnya, aktivitas ekonomi daerah dapat dilihat dari berbagai sektor, termasuk sektor yang bersifat padat modal dan padat karya. Keduanya memiliki karakteristik serta dampak yang berbeda terhadap masyarakat.

Sektor padat modal membutuhkan investasi dalam jumlah besar, tetapi tenaga kerja yang terlibat secara langsung relatif lebih sedikit. Salah satu contohnya adalah pabrik kelapa sawit (PKS) yang membutuhkan modal besar dalam operasionalnya.

"Sementara, padat karya melibatkan banyak orang dan didukung oleh berbagai faktor. Sehingga dampaknya dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.

Agung menyebut perkembangan ekonomi Pekanbaru juga tidak terlepas dari pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Perbaikan jalan, misalnya, dapat membuka akses ke kawasan yang sebelumnya kurang ramai sehingga aktivitas masyarakat dan transaksi ekonomi ikut meningkat.

Selain pembangunan infrastruktur, kebijakan pemerintah daerah dalam pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN serta pemberian insentif kepada guru disebut turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

"TPP ASN Pemko Pekanbaru dibayarkan 14 bulan tepat waktu. Kami juga menambah insentif para guru dan memberikan baju gratis untuk anak-anak sekolah," ungkap Agung.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut dapat memberikan tambahan ruang bagi masyarakat dalam mengelola pendapatan. Ketika sebagian kebutuhan telah memperoleh dukungan pemerintah, pendapatan yang dimiliki dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya maupun digunakan dalam aktivitas konsumsi.

Agung juga menjelaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan gambaran aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Angka tersebut tidak hanya menunjukkan kinerja pemerintah, tetapi merupakan hasil dari berbagai kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dan pelaku usaha.

"BPS ini hanya memotret seperti apa pertumbuhan ekonomi di satu daerah. Datanya dikirim ke BPS pusat. Kemudian BPS pusat yang melakukan perumusan," jelasnya.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru merupakan hasil dari aktivitas berbagai sektor. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga agar kegiatan ekonomi terus berjalan.

Menurut Agung, Pekanbaru juga memiliki potensi sebagai pusat investasi dan aktivitas belanja. Kondisi tersebut perlu dipertahankan agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

"Ini tidak hanya tentang pemerintah, tetapi digerakkan oleh seluruh sektor masyarakat yang ada di Kota Pekanbaru. Bahkan, Pekanbaru adalah kota yang nyaman untuk berinvestasi dan melakukan pembelanjaan," tuturnya.

Ia mencontohkan masyarakat yang memiliki usaha maupun perkebunan di luar Kota Pekanbaru. Sebagian pendapatan mereka tetap dibelanjakan di Pekanbaru karena kota tersebut menyediakan berbagai fasilitas perdagangan dan aktivitas masyarakat.

"Orang yang punya kebun sawit di luar Pekanbaru, uangnya dibelanjakan di Pekanbaru. Karena, jalan-jalan Pekanbaru bagus dan ada tempat-tempat yang enak dinikmati," pungkas Agung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....