Karhutla Gambut Melanda Dua Desa di Gaung
- 18 Sep 2026 11:50 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Inhil -Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kali ini, kebakaran terjadi di dua desa di Kecamatan Gaung, yakni Desa Belantak Raya dan Desa Semambu Kuning, Kamis 17 September 2026.
Kebakaran di kedua lokasi tersebut terjadi pada lahan masyarakat yang didominasi tanah gambut. Kondisi lahan, cuaca panas dan angin kencang membuat proses pemadaman menjadi cukup sulit.
Kepala BPBD Kabupaten Inhil R Arliansyah mengatakan, di Desa Belantak Raya kebakaran melanda sekitar dua hektare lahan masyarakat yang sebagian besar merupakan areal perkebunan kelapa.
“Lahan yang terbakar merupakan lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut. Luasan sementara yang terdampak kebakaran sekitar dua hektar,” kata Arliansyah.
BPBD bersama TNI, Polri, aparatur desa, Masyarakat Peduli Api dan warga dikerahkan untuk melakukan pembatasan, pemadaman hingga pendinginan. Sebanyak 31 personel terlibat dalam penanganan di lokasi tersebut.
Upaya pemadaman di Belantak Raya menghadapi kendala jarak sumber air yang mencapai sekitar 400 hingga 500 meter dari titik api. Akses menuju lokasi juga sulit, ditambah gangguan jaringan komunikasi dan angin yang cukup kencang.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Desa Semambu Kuning. Sekitar lima hektare lahan di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan atau padam secara alami. Namun, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
“Angin cukup kencang dan sumber air di lokasi juga jauh serta minim. Karena itu, petugas masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan,” ungkap Arliansyah.
Penanganan di Semambu Kuning melibatkan personel TNI, Polri, aparatur desa, masyarakat serta PT MSK. Sejumlah mesin pemadam dan selang dikerahkan untuk menjangkau titik api di lahan gambut.
Hingga Kamis sore, penyebab kebakaran di kedua lokasi masih dalam penyelidikan. BPBD bersama tim gabungan juga terus memantau kawasan yang telah terbakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Arliansyah menegaskan, pengendalian api menjadi prioritas agar kebakaran tidak meluas. Terutama pada lahan gambut yang memiliki potensi api kembali muncul meski permukaan terlihat sudah padam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....