Karhutla Riau Terkendali, Lima Titik Kembali Dipantau

  • 15 Sep 2026 20:41 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terus diperkuat pemerintah, menyusul masih adanya potensi munculnya titik api di sejumlah wilayah. Evaluasi penanganan karhutla tersebut dibahas dalam rapat koordinasi secara virtual yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, Selasa 15 September 2026.

Riau menjadi salah satu daerah yang mengikuti rapat koordinasi tersebut. Dari Pemerintah Provinsi Riau, rapat diikuti Kapolda Riau Herry, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau Edy Afrizal serta sejumlah pejabat terkait dari Ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau.

Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan secara umum kondisi karhutla di Riau masih terkendali berkat penanganan yang dilakukan satuan tugas. Sejumlah titik dengan tingkat kepercayaan tinggi yang sebelumnya terpantau berhasil ditangani, bahkan dalam beberapa hari terakhir firespot sempat tercatat nihil.

“Di Riau alhamdulillah terkendali, firespot dengan level confident high kita nihil,” ujar Edy.

Namun, kondisi tersebut kembali berubah pada Selasa pagi. Sebanyak lima titik dengan tingkat kepercayaan tinggi terpantau di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Tiga titik berada di Inhu, sedangkan dua titik lainnya ditemukan di Inhil.

Untuk mencegah api meluas, Satgas Karhutla langsung mengerahkan dukungan udara berupa water bombing. Penanganan di lapangan masih menghadapi kendala berupa akses menuju lokasi serta keterbatasan sumber air. Saat ini empat helikopter disiagakan untuk operasi pemadaman, sementara enam helikopter lainnya difokuskan untuk patroli.

Selain pemadaman, pemerintah juga mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC, khususnya untuk menjaga lahan gambut tetap basah. Edy menyebut potensi pertumbuhan awan dalam beberapa hari ke depan masih terbatas, namun terdapat peluang pada 16 dan 19 September.

“Begitu ada yang bisa segera disemai, tidak menyia-nyiakan potensi sekecil apa pun yang bisa membasahi lahan gambut supaya tidak terbakar,” kata Edy.

Di tengah upaya pengendalian karhutla, kabut asap masih menjadi perhatian. Edy menyebut asap yang terpantau di sejumlah wilayah Riau berpotensi berasal dari daerah di luar Riau. Kondisi tersebut dipengaruhi pola angin yang bergerak dari selatan menuju utara.

“Karena Riau beberapa hari ini dengan firespot nihil, asap kemungkinan besar dari tetangga, karena menurut BMKG, angin berhembus dari selatan ke utara,” ungkapnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga membahas rencana pembentukan tim publikasi di bawah Kemenko Polkam. Tim tersebut nantinya diharapkan dapat menyampaikan perkembangan penanganan karhutla secara berkala kepada masyarakat sehingga informasi mengenai kondisi kebakaran dan upaya penanganannya dapat diterima secara jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....