Sebanyak 1.941 Pengungsi Rohingya Berada di Wilayah Rudenim Pekanbaru
- 16 Sep 2026 08:58 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru mencatat sebanyak 1.941 pengungsi Rohingya berada dalam wilayah kerjanya. Para pengungsi tersebut tersebar di sejumlah lokasi penampungan serta sebagian lainnya tinggal secara mandiri.
Kepala Rudenim Pekanbaru Adrianus Tonny Budijaya mengatakan, para pengungsi tersebut berada di tujuh lokasi akomodasi, satu makeshift camp, serta beberapa tempat tinggal yang disewa secara pribadi.
“Untuk wilayah kerja kami, jumlah pengungsi saat ini mencapai 1.941 orang sampai hari ini,” ujar Tonny di Kantor Rudenim Pekanbaru, Riau, Selasa 15 September 2026.
Tonny menjelaskan, pengungsi tersebut tidak dapat dipulangkan secara paksa karena Indonesia belum meratifikasi konvensi internasional mengenai pengungsi. Meski demikian, Indonesia tetap menjalankan prinsip penghormatan terhadap hak hidup dan kemanusiaan sesuai dengan ketentuan hak asasi manusia.
Menurutnya, para pengungsi yang berada di Indonesia telah memperoleh kartu pengungsi dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Mereka umumnya meninggalkan negara asal akibat konflik dan mengajukan perlindungan melalui lembaga pengungsi PBB tersebut.
Tonny mengatakan, pengungsi yang ingin kembali ke negara asal dapat menggunakan mekanisme Assisted Voluntary Return (AVR) melalui International Organization for Migration (IOM). Namun, proses tersebut hanya dapat dilakukan berdasarkan keinginan pribadi dan tidak dapat dipaksakan.
Khusus bagi pengungsi Rohingya, proses pemulangan menghadapi berbagai kendala karena belum adanya negara ketiga yang menerima mereka. Selain itu, Myanmar sebagai negara asal Rohingya juga belum mengakui keberadaan kelompok tersebut.
Kondisi tersebut membuat penanganan pengungsi Rohingya lebih banyak dilakukan melalui pendekatan kemanusiaan, termasuk memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan mereka tetap terpenuhi.
Wilayah kerja Rudenim Pekanbaru sendiri mencakup 13 Kantor Imigrasi yang berada di tiga provinsi, yaitu Riau, Jambi, dan Sumatera Barat. Karena itu, data pengungsi yang ditangani tidak hanya berasal dari wilayah Kota Pekanbaru.
Salah seorang pengungsi Rohingya, Muhammad, mengatakan dirinya telah tinggal di Pekanbaru sekitar tiga tahun. Sementara Abdullah, pengungsi lainnya, menyebut terdapat sekitar 570 orang yang tinggal di salah satu kompleks pengungsian dengan jumlah sekitar 130 rumah.
Menurut Abdullah, Indonesia dipilih sebagai tempat perlindungan karena dianggap memberikan rasa aman bagi mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....