Kabut asap lintas wilayah kembali memburuk udara Riau

  • 15 Sep 2026 16:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kualitas udara di Provinsi Riau kembali memburuk akibat adanya pergerakan kabut asap lintas wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi asap dari wilayah selatan Sumatra terbawa angin menuju Riau pada Selasa 15 September 2026.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono mengatakan, kondisi tersebut terpantau melalui citra satelit dan pola pergerakan angin. Angin dari arah tenggara dan barat daya membawa massa udara yang mengandung polutan dari luar Riau, sehingga meningkatkan konsentrasi asap di atmosfer.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” kata Warjono.

BMKG mencatat sebanyak 4.127 titik panas terdeteksi di Pulau Sumatra, dengan jumlah terbanyak berada di Sumatra Selatan mencapai 2.878 titik. Sementara itu, hingga pukul 14.00 WIB, Riau terdeteksi memiliki 29 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang.

Titik panas di Riau paling banyak ditemukan di Indragiri Hulu sebanyak 19 titik, disusul Kuantan Singingi empat titik dan Pelalawan tiga titik. Sementara Dumai, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir masing-masing terdapat satu titik panas.

Warjono menjelaskan, kondisi kabut asap perlu dilihat secara menyeluruh karena pergerakannya sangat dipengaruhi dinamika atmosfer. Bahkan, pemantauan regional juga menunjukkan adanya pergerakan asap dari Kalimantan menuju Kepulauan Riau, Singapura dan Malaysia.

“Asap dapat terbawa angin dan bergerak melintasi wilayah. Karena itu, untuk mengetahui kondisinya secara utuh kita harus melihat secara bersamaan titik panas, citra sebaran asap serta arah dan kecepatan angin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau tetap menjadi prioritas. Satgas Karhutla terus melakukan penyisiran dan pemadaman terhadap setiap titik api yang ditemukan.

“Kami tidak menutup mata bahwa masih terdapat Karhutla di Riau. Setiap titik api tetap menjadi tanggung jawab kita untuk ditangani. Namun, penjelasan BMKG juga memberikan gambaran bahwa kondisi kabut asap saat ini dipengaruhi dinamika atmosfer dan pergerakan asap lintas wilayah,” kata Edy.

Penanganan dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat oleh BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api. Upaya tersebut diperkuat dengan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca.

Edy mengajak seluruh pihak tidak saling menyalahkan terkait sumber asap, tetapi fokus mencegah meluasnya kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

“Tidak perlu saling menyalahkan dari mana asap berasal. Fokus kita adalah memastikan setiap kebakaran di Riau ditangani, mencegah munculnya titik api baru dan melindungi masyarakat dari dampak asap. Karhutla adalah persoalan bersama karena asap tidak mengenal batas wilayah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....