Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PM2.5 Capai 143,4

  • 15 Sep 2026 11:25 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Selasa pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 143,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Angka tersebut masih menjadi perhatian setelah PM2.5 sempat menembus 253,4 mikrogram per meter kubik pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Sepanjang dini hari hingga pagi, konsentrasi PM2.5 juga bertahan tinggi, berada pada kisaran 175 hingga 226 mikrogram per meter kubik.

Selain PM2.5, konsentrasi PM10 pada Selasa pagi tercatat mencapai 248,6 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, konsentrasi sulfur dioksida atau SO2 berada di angka 14,9 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan potensi asap yang masih diprakirakan BMKG melanda sejumlah wilayah Riau. Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira M, mengatakan asap dapat menyebabkan jarak pandang berkurang sekaligus berdampak terhadap kualitas udara.

"Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap atau smoke yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan kualitas udara," ujar Yudhistira M Selasa 15 September 2026.

Potensi udara kabur akibat asap diprakirakan masih berlangsung dari pagi hingga malam dan berlanjut hingga dini hari. Meski demikian, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada Selasa. Suhu udara diprakirakan 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kecepatan angin 10 hingga 40 kilometer per jam.

Memburuknya kualitas udara juga terjadi saat jumlah hotspot di Riau mengalami peningkatan. Data pembaruan pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 96 titik panas, dengan jumlah terbanyak berada di Indragiri Hulu sebanyak 70 titik. Hotspot lainnya tersebar di Dumai, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Rokan Hulu.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai asap yang berpotensi menurunkan jarak pandang dan memperburuk kualitas udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....